Bocah Berusia 8 Tahun Tewas Terseret Ombak di Pantai Wonogoro Malang

2026-01-14 11:16:40
Bocah Berusia 8 Tahun Tewas Terseret Ombak di Pantai Wonogoro Malang
MALANG, – Seorang bocah berusia 8 tahun, M. Alayubi, tewas terseret ombak di Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Sabtu .Anak asal Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu terseret ombak saat tengah bermain bersama keluarga lainnya di area muara sungai berjarak sekitar 150 meter dari bibir Pantai Wonogoro."Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban bermain bermain bersama anggota kelurga lainnya, tiba-tiba datang gelombang cukup besar dari arah laut," kata Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar melalui pesan singkat, Minggu ."Ombak tersebut menyeret korban dan keluarganya ke bagian muara yang lebih dalam," ujarnya lagi.Baca juga: Satu Keluarga Tewas dengan Luka Sayat di Situbondo, Polisi: Masih DiselidikiMenurut Bambang, Alayubi bersama satu anak lainnya turut terseret ombak dan hilang, sebelum akhirnya berhasil ditemukan 20 menit kemudian."Kedua korban anak sempat hilang sekitar 20 menit. Namun, pada saat ditemukan korban M. Alayubi dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka ringan,” katanya.Seiring peristiwa ini, Bambang mengimbau agar masyarakat dan wisatawan lebih waspada saat beraktivitas di kawasan Pantai Wonogoro, terutama di sekitar muara yang memiliki arus tidak menentu.“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung pantai agar selalu mematuhi rambu peringatan, tidak berenang di area muara, dan memperhatikan kondisi gelombang demi keselamatan bersama,” tandasnya.Baca juga: Seekor Buaya Muncul di 2 Pantai di Malang, Pengunjung Diminta Tak Berenang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 10:15