JAKARTA, – Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menilai efek kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah mulai terasa di perekonomian. Ia menyebut fenomena itu sebagai “Purbaya Effect”.Menurutnya, dampak paling nyata terlihat dari peningkatan likuiditas perbankan. Setelah dilantik, Purbaya menempatkan dana Rp200 triliun di sistem perbankan.Kebijakan ini mendorong penyaluran kredit tumbuh dari 6,96 persen pada Agustus menjadi 7,2 persen.“Mungkin tanpa ini, pertumbuhan ekonomi kuartal III tidak bisa di atas 5 persen. Itu sebabnya saya bilang Purbaya Effect sudah bekerja,” kata Sunarsip dalam acara Policy Dialogue di Jakarta, Kamis .Baca juga: Temuan Aneh Purbaya di Tanjung Perak, Harga Pompa Air Cuma Rp 117.000, Dijual Online Rp 50 JutaIa menjelaskan pertumbuhan kredit masih didorong oleh debitur badan usaha milik negara (BUMN) yang naik dari 1,69 persen menjadi 10,04 persen.Tanpa tambahan kredit tersebut, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 kemungkinan tak akan mencapai 5,04 persen./DEBRINATA RIZKY Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip dalam sebuah diskusi di Jakarta Sunarsip menilai, laju ekonomi masih cukup baik meski belum diikuti oleh perbaikan konsumsi rumah tangga.Ia menilai pemerintah perlu mengubah pendekatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.Baca juga: Sidak Bea Cukai Tanjung Perak, Purbaya Temukan Harga Barang MencurigakanFokus yang selama ini lebih banyak ke sisi permintaan (demand) perlu bergeser ke penguatan sisi pasokan (supply).Konsumsi rumah tangga masih stagnan di bawah 5 persen karena sejumlah sektor industri belum sepenuhnya pulih setelah pandemi COVID-19.
(prf/ega)
“Purbaya Effect” Dinilai Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Likuiditas Perbankan
2026-01-12 04:10:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:17
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:48
| 2026-01-12 02:30










































