Pemprov Jateng Kaji Wacana 6 Hari Sekolah, Pertimbangkan Masukan Publik

2026-01-12 04:16:55
Pemprov Jateng Kaji Wacana 6 Hari Sekolah, Pertimbangkan Masukan Publik
SEMARANG, - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih mengkaji wacana penerapan kembali program enam hari sekolah bagi SMA/SMK di wilayahnya."Masih dikaji untuk ide enam hari sekolah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, dalam keterangan tertulis, Minggu .Dia memastikan Pemprov akan menerima berbagai masukan dari elemen masyarakat. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengkajian.Baca juga: Mendikbud: 5 atau 6 Hari Sekolah, Terserah Pemerintah DaerahSumarno menyatakan, setiap permasalahan di dunia pendidikan selalu menjadi bahan evaluasi pemerintah.Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan lima hari sekolah adalah memberikan waktu luang bagi anak untuk berkumpul bersama keluarga.Namun, berdasarkan kajian, banyak orang tua yang bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.Di sisi lain, muncul petisi di laman change.org yang menolak kebijakan enam hari sekolah untuk jenjang SMA/SMK. Lebih dari 21.000 orang menyatakan dukungan terhadap penolakan tersebut.Baca juga: Pro Kontra Bobby Terapkan 5 Hari Sekolah, Siswa Menerima, Orang Tua MenolakYasin menyebut petisi itu tidak menjadi masalah dan akan masuk dalam bahan kajian pemerintah terkait penerapan lima atau enam hari sekolah."Kita sudah mengikuti hasilnya dari kampus kajiannya bagaimana dan juga asal-usul diusulkan. Kita tampung masukan dari masyarakat untuk kajian enam hari sekolah lagi, ini lagi proses semuanya," kata Gus Yasin seusai Muswil Dekopinwil Jawa Tengah di Gedung Gradhika Semarang, Jumat .Dia menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi - Taj Yasin berkomitmen terhadap kesejahteraan anak.Penerapan enam hari sekolah, jika diberlakukan kembali, diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada anak dari potensi hal negatif ketika berada di luar pengawasan orang tua.Meski demikian, kebijakan tersebut tetap akan mempertimbangkan hasil kajian para pakar pendidikan, perguruan tinggi, serta kalangan dewan.Taj Yasin memastikan bahwa rencana kebijakan enam hari sekolah akan diterapkan khusus untuk SMA dan SMK, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.


(prf/ega)