Perempuan PCOS Lebih Susah Punya Anak, Mitos atau Fakta?

2026-01-11 23:18:52
Perempuan PCOS Lebih Susah Punya Anak, Mitos atau Fakta?
JAKARTA, - Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) kerap dikaitkan dengan kesulitan perempuan untuk memiliki keturunan. Tak sedikit perempuan dengan PCOS merasa khawatir akan peluangnya untuk hamil, bahkan sebelum mencoba program kehamilan. Namun, benarkah PCOS selalu membuat perempuan lebih susah punya anak?Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi, dr. Niken Pudji Pangastuti, SpOG KFER menjelaskan, PCOS memang berkaitan erat dengan gangguan kesuburan, terutama karena adanya masalah pada proses pematangan sel telur.”Betul, karena PCOS merupakan satu kelainan adanya gangguan proses pematangan telur. Jadi untuk mencapai kehamilan, pasien harus mempertemukan telur matang dengan sperma yang baik,” ujarnya dalam acara Comprehensive Obgyn Service at Brawijaya Hospital Antasari, di Jakarta Selatan, Sabtu .Baca juga: Gaya Hidup yang Bisa Sebabkan PCOS dan Susah HamilMenurut dr.Niken, salah satu masalah utama pada PCOS adalah terganggunya ovulasi.  Dalam kondisi normal, sel telur akan matang dan dilepaskan setiap siklus menstruasi. Namun, pada perempuan dengan PCOS, proses tersebut tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya.”Kalau telurnya saja tidak kunjung matang, otomatis ovulasi bisa jadi tidak terjadi, sehingga sulit untuk mencapai kehamilan,” jelasnya.Ketika ovulasi tidak terjadi secara teratur, peluang terjadinya pembuahan pun menjadi lebih kecil. Hal inilah yang membuat perempuan dengan PCOS kerap membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil, atau memerlukan bantuan medis dalam program kehamilan.Baca juga: Apa Itu PCOS? Ketahui Gejala dan Penyebabnya Menurut Dokter/DEVI PATTRICIA Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi Subspesialis Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi, dr. Niken Pudji Pangastuti, SpOG KFER dalam acara Comprehensive Obgyn Service at Brawijaya Hospital Antasari, di Jakarta Selatan, Sabtu .PCOS merupakan kondisi yang cukup sering dijumpai pada perempuan usia reproduksi. Penyebabnya pun tidak tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor.”PCOS banyak dijumpai, bisa karena pola hidup, pola makan, istirahat yang kurang, atau faktor-faktor ekstra lainnya, seperti faktor genetik,” terang dr.Niken.Kombinasi faktor gaya hidup dan genetik ini membuat PCOS memiliki spektrum yang luas. Artinya, kondisi setiap pasien bisa sangat berbeda, baik dari segi gejala, tingkat keparahan, maupun respons terhadap pengobatan.Baca juga: Kapan Usia Terbaik untuk Program Bayi Tabung? Ini Kata DokterLebih lanjut, dr.Niken menekankan, penanganan PCOS tidak sesederhana gangguan kesuburan lainnya. Respons tubuh pasien terhadap terapi bisa sangat bervariasi.”Penanganannya juga tidak sesimpel gangguan pada umumnya. Ada beberapa kasus PCOS yang bisa dibantu dengan obat penyubur, tapi ada juga yang justru resistensi diberikan obat penyubur apapun,” ungkapnya.Pemberian obat penyubur yang tidak membuahkan hasil dapat menjadi tantangan tersendiri dalam bidang fertilitas.“Kasus seperti ini yang nantinya akan menjadi dilema di bidang penanganan fertilitas, sebab sudah dikasih berbagai obat penyubur tidak mempan. Nanti dicoba untuk disuntik malah berlebihan,” jelas dr.Niken.Baca juga: Keberhasilan Bayi Tabung Lebih Tinggi dengan Pendekatan Personal


(prf/ega)