BPBD Catat Peningkatan Sebaran Titik Banjir di Kota Malang pada Tahun Ini

2026-01-12 06:41:04
BPBD Catat Peningkatan Sebaran Titik Banjir di Kota Malang pada Tahun Ini
MALANG, - Sebaran wilayah yang terendam banjir di Kota Malang, sepanjang tahun 2025 ini tercatat semakin luas.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, sepanjang 2025, sebaran banjir mencapai 298 titik, dengan jumlah kejadian sebanyak 45 kejadian.Sementara, pada tahun 2024 sebaran banjir sebanyak 182 dengan jumlah kejadian sebanyak 36 kali.Artinya, sebaran banjir tahun 2025 ini, mengalami penambahan sebanyak 116 titik, serta ada peningkatan 9 kejadian.Baca juga: Malang Tak Akan Banjir Lagi Jelang Nataru, Wali Kota Malang: Sendimentasi Sudah DibersihkanKepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Prayitno mengatakan ada beberapa faktor penyebab meluasnya titik sebaran banjir itu. Di antaranya, tingginya curah hujan pada tahun 2025 ini."Berdasarkan rilis BMKG, curah hujan di tahun 2025 ini naik hingga 40 persen, dibanding tahun 2024 lalu," ungkapnya melalui sambungan telepon, Selasa .Sementara, rata-rata curah hujan di Malang, menurut Prayitno, berdasarkan analisis BMKG mengalami kenaikan lebih signifikan lagi."Pada 4 Desember lalu saja, berdasarkan analisis BMKG curah hujan naik hingga 300 persen. Jadi biasanya 20 mili liter, naik menjadi 60 mili liter," ujarnya.Baca juga: Telan Rp 2,4 Miliar, Kata DPUPRPKP soal Renovasi Rumah Dinas Wali Kota-Wakil Wali Kota MalangSedangan di sisi lain, kondisi drainase di wilayah Kota Malang banyak mengalami sumbatan akibat sampah."Maka tentu saja secara otomatis, air meluap seiring meningkatnya debit air yang melalui saluran drainase," ujarnya.Oleh karena itu, untuk meminimalisir kejadian serupa di kemudian hari, Prayit berharap dinas terkait dapat melakukan perbaikan atau normalisasi saluran air."Kami hanya melakukan tindakan mitigasi pada saat terjadi bencana. Untuk normalisasi infrastruktur, adalah wilayah kerja dinas teknis," bebernya.Selanjutnya, untuk mengantisipasi datangnya banjir di kemudian hari, Prayitno mengimbau agar masyarakat selalu waspada.Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di area daerah aliran sungai (DAS)."Waspadai adanya endapan sampah yang berpotensi menyumbat aliran air," ujarnya.


(prf/ega)