Kebakaran Hong Kong, Perancah Bambu Diduga Jadi Penyebab Api Cepat Meluas

2026-01-12 03:55:34
Kebakaran Hong Kong, Perancah Bambu Diduga Jadi Penyebab Api Cepat Meluas
- Sebuah kompleks apartemen di Hong Kong bernama Wang Fung Court dilanda kebakaran besar yang menewaskan puluhan orang pada Rabu .Hingga kini, setidaknya sudah ada 44 orang meninggal akibat kebakaran itu, dengan ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang.Kompleks tersebut terdiri dari delapan menara 31 lantai yang berisi sekitar 2.000 unit apartemen dan bisa menampung lebih dari 4.800 orang.Hingga kini, penyebab kebakaran hingga masih belum diketahui. Proses penyelidikan juga masih terus dilakukan.Baca juga: Kronologi Kebakaran Apartemen Hong Kong yang Tewaskan 44 OrangDikutip dari The Guardian, Rabu , kebakaran kompleks apartemen tersebut cepat meluas diduga akibat banyaknya perancah bambu yang terpasang.Perancah bambu itu juga dikelilingi oleh jaring konstruksi hijau yang mudah terbakar.Diketahui, Hong Kong merupakan salah satu tempat yang masih banyak menggunakan material bambu dalam konstruksi.Baca juga: Apartemen Hong Kong Terbakar 15 Jam Lebih, 44 Orang Meninggal, 3 Terduga Pelaku DitangkapPerancah dari tiang-tiang bambu yang diikat dengan tali dan mengelilingi gedung pencakar langit merupakan pemandangan umum di Hong Kong.Dilansir dari ABC, Kamis , bambu diketahui telah menjadi bahan pilihan untuk perancah karena murah, melimpah, dan fleksibel.Penggunaannya dalam konstruksi juga dianggap sebagai bentuk seni tersendiri, dengan menara bambu digambarkan dalam lukisan gulungan Dinasti Han yang berusia 2.000 tahun.Karenanya, penggunaan bambu telah menjadi landasan arsitektur sejak zaman kuno, bahkan konon digunakan untuk perancah dan peralatan dalam pembangunan Tembok Besar China.Baca juga: 5 Fakta Kebakaran Apartemen Hong Kong: Status Korban dan Respons PemerintahTiga orang dari perusahaan konstruksi kini telah ditangkap terkait kebakaran di kompleks apartemen tersebut.Ketiganya adalah dua direktur dan satu konsultan teknik. Mereka ditangkap atas dugaan pembunuhan.Pihak berwenang menyebutkan, perusahaan konstruksi dianggap sangat lalai menggunakan material yang tidak aman.Selain perancah dan jaring hijau, juga ditemukan bahan busa yang terpasang pada jendela.


(prf/ega)