RTH di Kota Bandung Baru 17 Persen, Farhan: Berat Untuk Sampai 30 Persen

2026-01-16 18:09:25
RTH di Kota Bandung Baru 17 Persen, Farhan: Berat Untuk Sampai 30 Persen
BANDUNG, - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeklaim peningkatan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung terus terjadi secara bertahap, dengan angka saat ini mencapai 17 persen.Farhan menyatakan, luasan RTH di Kota Bandung pada 2019 tercatat sekitar 12 persen. "Tahun 2019 kan masih sekitar 12 persen. Terakhir tahun lalu (2024) itu masih sekitar 17 persen, sekarang menuju ke 22 persen atau 24 persen, jadi memang secara bertahap, tapi 17 persen sudah tercapai," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Selasa .Baca juga: Farhan Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Bandung, Pelanggar Terancam PidanaMeski demikian, Farhan pesimistis target minimal 30 persen RTH dari luas wilayah perkotaan, sesuai aturan perundang-undangan, dapat tercapai selama masa kepemimpinannya karena terkendala ketersediaan lahan."Enggak janji, tapi kita masuk ke sana. Berat sih, RTH di Bandung, kan kita mesti menyediakan lahan untuk koperasi, kita menyediakan lahan untuk sekolah rakyat," bebernya.Farhan menambahkan, persentase luas RTH di Kota Bandung masih perlu diperbarui datanya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena terdapat perbedaan penafsiran antara Pemerintah Kota Bandung dan BPN terkait definisi RTH."Definisi RTH versi kita itu kadang berbeda dengan definisi RTH versi BPN. Nah, ini yang mau kita sesuaikan. Termasuk juga apakah lahan sawah dilindungi, bisa kita masukkan ke RTH atau enggak, itu pun lagi dipertimbangkan," tuturnya.Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, luas RTH tercatat 12,15 persen atau 2.032 hektar dari total luas Kota Bandung 16.729 hektar.Namun, data tersebut merupakan catatan tahun 2015 dan belum ada pembaruan.Baca juga: Farhan Ngobrak-abrik APBD buat Bayar Kompensasi Sopir Angkot Libur: Kita Belum BerhasilFarhan berharap tumbuhan di gedung-gedung perkantoran, seperti ganggang hijau (green algae), yang berperan sebagai produsen oksigen, dapat dihitung sebagai RTH."Kalau memang itu bisa masuk, termasuk green building, karena bagaimanapun juga memang tujuan dari RTH ini adalah menjadi paru-paru kota. Kalau ada teknologi yang bisa menghasilkan oksigen sebagai paru-paru kota, kenapa enggak, tapi masih dipertimbangkan," jelasnya.Pemerintah Kota Bandung juga berupaya mempercepat konversi lahan untuk RTH melalui proses serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan dari pengembang ke Pemkot Bandung."Salah satu, sebetulnya, yang membuat konversinya cepat adalah penyerahan PSU dari para developer. Kalau belum diserahkan, itu kita enggak bisa catat sebagai RTH, tapi karena sebagian sudah diserahkan, kita rapikan satu-satu agar tercatat masuk ke RTH dengan baik," tandasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-16 17:44