Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang

2026-02-05 08:39:51
Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak ada penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat.Per Kamis malam ini, korban meninggal dunia di Sumatera Barat masih sama seperti Rabu kemarin, yakni 261 jiwa.Informasi diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Senin pukul 17.00 WIB.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Barat, dari BPBD, PMI, hingga DamkarBerikut rincian jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Sumatera barat berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Kamis):Baca juga: Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun TanganKabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak di Sumatera Barat, yang mencapai 163 jiwa.Sementara itu untuk sembilan kabupaten lainnya di Sumatera Barat tidak ada data korban jiwa.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Sisa banjir di Pesantren Darul Abrar, di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis Untuk data korban hilang di Sumatera Barat juga tidak berubah dari hari sebelumnya, yakni 72 orang dari empat kabupaten.Berikut rincian jumlah korban hilang di Sumatera Barat berdasarkan kabupaten yang terdampak:BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir di Provinsi Sumatera Barat per hari ini mencapai 9.935 jiwa.Baca juga: 10 Korban Banjir di Agam Sumbar Tak Teridentifikasi Dimakamkan Secara Massal di Satu Liang LahatTotal, sampai dengan Kamis hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.135 jiwa.Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 173 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 489.864 jiwa.Demikian update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat per Kamis malam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 07:15