Warganya Tewas Ditikam di Tepi Barat, Israel Tembak Mati 2 Remaja Palestina

2026-01-15 21:47:58
Warganya Tewas Ditikam di Tepi Barat, Israel Tembak Mati 2 Remaja Palestina
Seorang warga Israel tewas ditikam dalam serangan yang didalangi warga Palestina di wilayah Tepi Barat pada Selasa waktu setempat. Dua remaja Palestina yang menjadi pelaku serangan itu telah ditembak mati oleh tentara Israel.Tiga warga Israel lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pisau tersebut.Serangan mematikan itu, seperti dilansir AFP, Rabu , terjadi di Persimpangan Gush Etzion, sebuah persimpangan yang terletak di antara sejumlah area permukiman Israel di jalan utama selatan dari Yerusalem menuju Hebron.Militer Israel, dalam pernyataannya, mengatakan pihaknya merespons "serangan penabrakan dan penikaman". Disebutkan juga bahwa tentara-tentara Israel telah "menyingkirkan dua teroris di lokasi kejadian" dan bahwa "bahan peledak ditemukan di dalam kendaraan mereka".Magen David Adom, semacam Palang Merah Israel, mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa seorang pria tewas dengan luka tikaman pada tubuhnya. Militer Israel menyebut pria yang tewas sebagai warga sipil. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyebut pria yang tewas berusia 71 tahun.Otoritas pemukiman Israel, Kiryat Arba, yang ada di dekat Hebron, Tepi Barat, mengidentifikasi pria yang tewas sebagai salah satu penduduknya yang bernama Aharon Cohen.Paramedis dan pasukan medis militer Israel juga merujuk tiga korban luka ke dua rumah sakit di area Yerusalem. Salah satu korban luka, yang berjenis kelamin perempuan, disebut dalam kondisi serius. Sedangkan dua korban luka lainnya, seorang pria dan seorang remaja laki-laki, dalam kondisi sedang.Pusat Medis Hadassah di Yerusalem, dalam pernyataan terpisah, menyebut wanita yang menjadi korban luka menderita luka tembak pada tubuh bagian bawah dan sedang menjalani operasi. Media lokal melaporkan bahwa wanita itu kemungkinan ditembak oleh pasukan keamanan Israel yang menargetkan para pelaku. Sementara Otoritas Urusan Sipil Palestina mengidentifikasi dua pelaku serangan sebagai Imran al-Atrash dan Walid Sabbarna, yang sama-sama berusia 18 tahun dan berasal dari Hebron. Dikatakan Otoritas Urusan Sipil Palestina bahwa militer Israel "menahan jenazah mereka".Kelompok Hamas dan Jihad Islam memuji para pelaku penyerangan tersebut."Serangan heroik dengan menabrakkan mobil dan melakukan penikaman... merupakan respons alami terhadap upaya-upaya (Israel) untuk menghancurkan perjuangan Palestina dan meningkatnya agresi yang dilakukan oleh pasukan pendudukan dan para pemukim di Tepi Barat dan Yerusalem," kata Hamas.Lihat juga Video: Israel Tembak Mati 4 Warga Palestina di Tengah Gencatan Senjata Ramadan[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 21:51