Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Industri

2026-02-03 03:35:32
Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Industri
JAKARTA, - Indonesia semakin agresif memperluas kemitraan internasional untuk memperkuat hilirisasi, pengembangan industri hijau, dan mendorong transformasi industri nasional.Langkah terbaru terwujud melalui kesepakatan kerja sama investasi dengan Rusia, yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan dua lembaga asal Rusia, yakni Pusat Perdagangan Internasional Rusia dan Asosiasi Kawasan Industri Rusia, pada Senin di Moskow.Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares, serta Deputy Minister of Industry & Trade Russia Alexey Vladimirovich dalam rangkaian acara Indonesia–Russia Business Matching.Baca juga: Investor China, Rusia, dan AS Lirik Proyek Kereta di Luar JawaKetua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyebut lembaganya siap menjadi penghubung utama antara investor Rusia dan ekosistem industri nasional.Ia memastikan HKI akan berperan sebagai katalisator yang memastikan proses kerja sama berjalan lancar, efisien, dan memberikan manfaat bagi kedua negara.“Kami akan bertindak sebagai katalisator, memastikan proses investasi berjalan lancar, efisien, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Ma’ruf dalam keterangan pers yang disiarkan Selasa .Ma’ruf menyoroti momentum diplomatik yang semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia, terutama setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada Juni lalu.Menurutnya, pertemuan tersebut membuka keyakinan baru bagi HKI untuk memperluas kemitraan strategis, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri nasional.Kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia dinilai menawarkan peluang besar bagi Indonesia dalam diversifikasi produk ekspor, pertukaran teknologi, serta penguatan sektor maritim, perikanan, dan pariwisata.Lebih jauh, Indonesia juga akan berpartisipasi dalam pameran kelas dunia Industrial International Exhibition (Innoprom) pada pertengahan 2026.Sebagai informasi, Indonesia resmi menjadi negara mitra (partner country) dalam penyelenggaraan Innoprom tahun depan.Pameran industri internasional ini akan berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan kick-off untuk memulai persiapan Innoprom 2026.Menjelang Innoprom 2026, Kemenperin pun memacu penyelesaian sejumlah MoU dengan Rusia.Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia pada Senin .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 02:55