Krisis Air Bersih usai Banjir Bandang, Warga Tukka Sambung Ratusan Pipa dari Pegunungan

2026-01-12 13:00:46
Krisis Air Bersih usai Banjir Bandang, Warga Tukka Sambung Ratusan Pipa dari Pegunungan
TAPANULI TENGAH, – Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyambung ratusan batang pipa dari pegunungan demi mendapatkan air bersih.SMA Negeri 1 Tukka kini menjadi lokasi pengungsian ratusan warga yang masih kesulitan memperoleh air layak konsumsi hingga hari ke-13 pascabencana, Senin .Salah satu pengungsi, Daman Sinabutar (45), mengatakan warga terpaksa mengambil air langsung dari sumber mata air di pegunungan karena kondisi air di sekitar permukiman masih tercemar lumpur.Baca juga: Banjir Susulan di Huta Nabolon Tapteng Hentikan Distribusi Bantuan, Warga: Tolong Cari Keluarga Kami"Masalah air minum, ini kami berusaha mengambil dari pegunungan untuk menarik pipa sampai 100 batang supaya bisa untuk mengalirkan air minum," ujar Daman saat ditemui Kompas.com di lokasi pengungsian.Akses menuju Kecamatan Tukka masih terputus akibat genangan dan luapan sungai yang memotong badan jalan menuju Kota Sibolga."Hanya sekarang, kami kewalahan. Karena jauh dari tempat ini untuk mengambil air minum," ucapnya.Ia menyebut sepeda motor pun harus didorong saat melintasi banjir karena khawatir mesin rusak."Mesin motor harus mati, knalpot ditutup, busi juga ditutup, biar bisa didorong, itu pun butuh tenaga lagi kan dorong lewati banjir itu," kata Daman.Meski telah mengalirkan air dari pegunungan, debit air yang masuk ke tandon pengungsian masih belum mencukupi kebutuhan seluruh warga."Maka kami semua masyarakat di sini saling bergotong royong untuk mengangkat air supaya bisa kami tampung di sini," jelasnya.Daman mengatakan warga tetap merebus air sebelum dikonsumsi guna mencegah penyakit."Kami mengadakan air harus dimasak sampai mendidih. Supaya jangan terjadi apa, penyakit diare di lokasi kami. Maka kami mengusahakan begitu," katanya.Ia berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki aliran sungai dan membuka akses jalan."Kami butuh bantuan, Pak. Supaya bisa dibaguskan perairan atau sungai supaya bisa air itu berjalan dengan bagus," ucap Daman.


(prf/ega)