Aksi Damkar Benhil Jakarta Tindak Pelaku Eksibisionis, Kejar Pelaku Sampai Ketemu

2026-01-11 23:10:53
Aksi Damkar Benhil Jakarta Tindak Pelaku Eksibisionis, Kejar Pelaku Sampai Ketemu
- Video yang memperlihatkan seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menindak laki-laki paruh baya yang melakukan eksibisionis terhadap seorang perempuan, viral di media sosial.Eksibisionis adalah gangguan mental yang membuat penderitanya suka menunjukkan atau memamerkan alat kelamin kepada orang lain demi kepuasan seksual.Berdasarkan video yang diunggah akun @jakartapusat.indo, Jumat , korban melaporkan aksi tak terpuji itu karena takut keluar kos dan berlari pagi.Korban juga mengatakan, pelaku kerap melakukan catcalling saat berada di jalan.Petugas Damkar segera membonceng korban untuk mencari pelaku dan melakukan tindakan langsung di lokasi.Pelaku tak bisa banyak berkutik ketika dicegat oleh petugas Damkar. Namun, pelaku masih bisa tersenyum saat ditegur oleh petugas Damkar.Baca juga: Deretan Kontroversi Rektor UNM: Proyek Rp87 Miliar hingga Dugaan PelecehanPetugas Damkar yang menindak pelaku eksibisionis adalah Bambang Widiantoro. Ia sehari-hari bertugas di pos Damkar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.Saat dihubungi Kompas.com, Sabtu , Bambang mengatakan, peristiwa ia menindak pelaku terjadi di rusun belakang SPBU Pejompongan arah STIA LAN sebelum pintu rel kereta, Kamis sekitar pukul 09.00 WIB.Kejadian bermula saat seorang perempuan datang ke pos Damkar  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat sambil ditemani oleh dua temannya.Korban kemudian menceritakan hal yang tidak mengenakkan yang telah dialaminya, yaitu aksi eksibisionis atau menunjukkan kelamin dan catcalling yang telah dilakukan oleh seorang laki-laki paruh baya.Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual di Garut, Dokter Kandungan Dihukum 5 Tahun Penjara dan Restitusi Rp106 JutaKorban sering menjadi target eksibisionis dam catcalling di sekitar indekosnya.“Karena sudah terjadi berulang kali dan mbaknya itu pun merasa tidak nyaman dan terancam, akhirnya mbaknya itu melaporkan hal tersebut kepada kita (petugas damkar),” ujar Bambang.Setelah menerima laporan dari korban, Bambang sempat memberi saran kepada korban untuk mendatangi Polsek setempat.Korban menjawab bahwa ia sudah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.Namun, ditolak karena tidak memiliki cukup bukti yang kuat sehingga korban mengadukan aksi pelaku ke Damkar.


(prf/ega)