SF Hariyanto Kabur Saat KPK Datang Menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid

2026-01-11 23:00:42
SF Hariyanto Kabur Saat KPK Datang Menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid
PEKANBARU, - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengungkapkan, dirinya sempat ngopi bersama Gubernur Riau Abdul Wahid sebelum penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin sore.Penangkapan Gubernur Abdul Wahid berlangsung di sebuah kafe yang terletak di belakang rumah dinasnya.Saat itu, SF Hariyanto masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau. Kini, ia menjabat sebagai Plt Gubernur setelah Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan."Waktu itu kami lagi ngopi di kafe belakang rumah dinas. Ada Pak Gubernur, Bupati Siak Bu Afni, satu lagi ada teman, kami berempat," ujar Hariyanto dalam dialog dengan media di Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis .Baca juga: Gubernur Riau Kena OTT KPK, SF Hariyanto: Kita Doakan Dipermudah UrusannyaHariyanto mengaku tidak mengetahui bahwa kedatangan sejumlah orang yang ramai di lokasi adalah tim KPK."Tahu-tahunya datang (KPK) ke situ. Kalau saya tahu (KPK) di situ ngapain saya datang ke sana. Logika kan?" tambahnya.Setelah melihat keramaian tersebut, Hariyanto memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan pulang."Ya saya pulang lah. Ngapain pula saya tunggu di situ. Sudah ramai, barang (KPK) itu datang ke situ kan, kabur lah saya. Nanti saya pula yang diangkut. Tapi, betul saya tidak tahu itu (penangkapan)," jelasnya.Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak melapor kepada KPK sebelum penangkapan Abdul Wahid."Saya tidak ada melapor-melapor. Berita dari mana itu? Saya tidak tahu itu. Yang saya tahu, waktu itu kami cuma ngopi," tambahnya.Baca juga: Bantah Isu Laporkan Gubernur Riau, SF Hariyanto: Emangnya Saya Bersih?Berita sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pekanbaru, Riau, pada Senin .Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Gubernur Abdul Wahid dan Kepala Dinas PUPR Riau, M Arief Setiawan.Setelah melalui pemeriksaan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Abdul Wahid, M Arief Setiawan, dan Staf Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam, atas dugaan pemerasan.


(prf/ega)