– Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Deni Danial Kesa, mendorong Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) membangun ekosistem pekerjaan masa depan (future job ecosystem) melalui transformasi kurikulum yang adaptif.Hal itu dikatakan Deni dalam acara seminar bertajuk “The Future of Vocational System” yang diselenggarakan MNP di Kampus Gading Serpong, Tangerang, Kamis .Deni menilai, ketiga program studi di MNP, yaitu Digital Commerce and Supply Chain, Event Management, serta Animation and Game, memiliki prospek masa depan yang sangat menjanjikan. Menurutnya, digitalisasi rantai pasok telah menjadi standar global dengan dukungan internet of things (IoT) dan teknologi modern lainnya.Sementara itu, event management kini mengalami transformasi ke arah digital. Dunia pengembangan gim juga disebut sebagai sektor dengan peluang besar di masa depan.Baca juga: Tingkatkan Kapasitas SDM dan Ekowisata Masyarakat Desa Sukawali, MNP Gelar Pendampingan dan Pelatihan “Teman-teman di ketiga prodi ini harus optimis terkait future jobs, tinggal ditingkatkan teaching factory-nya. Untuk games ini cerah lah, banyak banget peluangnya,” jelas Deni dalam siaran persnya, Senin .Dalam mewujudkan ekosistem pekerjaan masa depan dan menjawab tantangan ketenagakerjaan sekarang, Deni menawarkan konsep Multi-Disciplinary Future Job Ecosystem sebagai pendekatan strategis pendidikan vokasi. Deni menjelaskan, MNP perlu menyatukan kompetensi dari ketiga program studi melalui ekosistem yang memadukan literasi artificial intelligence (AI), manajemen proyek berbasis agile, komunikasi dan layanan klien, kemampuan analisis data, pendekatan design thinking, hingga pemahaman keberlanjutan dan ekonomi hijau.Lebih lanjut, Deni, merekomendasikan pemetaan kompetensi prodi terhadap kebutuhan dunia kerja periode 2025–2035 sebagai dasar perancangan kurikulum berbasis lab-based learning dan micro-credentials. Baca juga: Lewat Rakernas IV Pelita, MNP Dukung Transformasi Politeknik Jadi Universitas Terapan“Dalam pelaksanaannya, setiap mata kuliah perlu memuat proyek industri, kolaborasi eksternal, dan capaian portofolio yang terukur,” katanya. Menurut Deni, mata kuliah itu mencakup peningkatan kemitraan industri untuk apprenticeship, penguatan dukungan percepatan karier dan kewirausahaan. “Perlu pula pembentukan komite lintas pemangku kepentingan, yang melibatkan industri, alumni, mahasiswa, hingga pengambil kebijakan kampus,” jelasnya.Lebih lanjut, Deni memaparkan sejumlah tantangan yang perlu dihadapi dalam mewujudkan ekosistem pekerjaan masa depan. Dia menekankan pentingnya teknologi seperti AI dalam proses pembelajaran vokasi. Menurutnya, AI bukanlah ancaman, melainkan alat yang dapat membantu mempercepat produktivitas dan kreativitas mahasiswa.Baca juga: Lewat Program Pengabdian Masyarakat, MNP Dukung Petani Sukawali Tingkatkan Produk Lokal“Kita tidak bisa tidak menerapkan teknologi dalam setiap pembelajaran. Bagaimana kita memanfaatkan AI, seperti ChatGPT dan Gemini, untuk membantu, bukan mendisrupsi pekerjaan,” tegas Deni.
(prf/ega)
Vokasi UI Dorong MNP Bangun Ekosistem “Future Job” lewat Transformasi Kurikulum
2026-01-13 01:18:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:56
| 2026-01-13 00:27
| 2026-01-13 00:12
| 2026-01-12 23:30










































