Klaim Ekonomi RI Membaik, Purbaya : Harusnya Demo Lebih Sedikit

2026-01-15 12:28:54
Klaim Ekonomi RI Membaik, Purbaya : Harusnya Demo Lebih Sedikit
JAKARTA, - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja perekonomian Indonesia menjelang akhir tahun 2025 terus mengalami perbaikan. Menurut Purbaya perbaikan itu terlihat dari laporan survei indeks keyakinan konsumen terhadap pemerintah atau IKKP oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengalami pertumbuhan signifikan.Berdasarkan paparannya, IKKP per November 2025 tercatat mencapai level 135,9, mengalami kenaikan dibandingkan capaian September lalu yang masih di level 130,6. Sementara, pada Juni hingga Agustus juga berada di lever sangat rendah sebesar 117,3.Baca juga: Bertemu Dengan Bos OJK hingga Menko Perekonomian, Ratu Belanda Bahas Soal Inklusi Keuangan dan Kesehatan FinansialPIXABAY Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.Hal ini diharapkannya mampu meredakan kegundahan masyarakat lewat aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini."Ketika masyarakat puas ke pemerintah seperti sekarang, harusnya demo akan lebih sedikit ke depan. Dan pemerintah bersama DPR tentunya bisa memfokuskan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis .Purbaya tak menampik akibat banyaknya demo, membuat pemerintah mengambil langkah untuk memperbaiki ekonomi lewat sejumlah kebijakan pemindahan dana pemerintah ke sistem perbankan pemerintah.Untuk meningkatkan optimisme tersebut Bendahara negara ini menargetkan pertumbuhan ekonomi ke depan di kisaran 5,6 sampai 5,7 persen. Purbaya menilai stimulus akhir tahun dapat memberi dorongan tambahan.Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Pemetaan Potensi Perekonomian RegionalKementerian Keuangan telah menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 276 triliun di deposito perbankan. Injeksi itu diharapkan dapat disalurkan ke sektor strategis untuk menggerakkan usaha dan konsumsi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 10:49