Prabowo Akan Tambah Pusat Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten/Kota yang Belum Ada

2026-01-16 16:44:50
Prabowo Akan Tambah Pusat Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten/Kota yang Belum Ada
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menambah pusat rehabilitasi narkoba di berbagai wilayah Indonesia.Penambahan ini secara khusus akan dilakukan di daerah yang belum memiliki pusat rehabilitasi narkoba."Nanti kita akan, saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi, ada beberapa kabupaten yang belum punya kita harus segera nanti lengkapi," tegas Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu .Prabowo mengatakan pengadaan fasilitas rehabilitasi narkoba memerlukan kerja sama dan dukungan semua pihak.Baca juga: Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBGOleh karenanya, semua pihak harus bekerja sama membantu pemberantasan narkoba di Tanah Air."Tapi ini kerja seluruh bangsa. Jangan hanya mengandalkan satu lembaga, dua lembaga, tidak bisa. Kita semuanya harus bekerja sama karena ini sangat berbahaya," ujar dia lagi.Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa belum semua kabupaten/kota memiliki lembaga rehabilitasi untuk menampung dan memulihkan korban penyalahgunaan narkoba.Hal itu disampaikan Listyo dalam sambutannya pada acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu , yang turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: Prabowo Minta Warga Lapor jika Ketahui Indikasi Peredaran Narkoba"Saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, terdiri dari 393 rehabilitasi medis dan 222 rehabilitasi sosial. Faktanya, belum semua kabupaten/kota memiliki lembaga rehabilitasi," kata Sigit di hadapan Prabowo, Rabu siang.Sigit menuturkan, perlu kerja sama lintas kementerian dan lembaga, terutama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta pemerintah daerah (pemda) untuk mengatasi keterbatasan fasilitas tersebut.Sigit melanjutkan, lembaga rehabilitasi dengan metode penanganan yang tepat sangat penting untuk menuntaskan proses pemulihan pencandu narkoba.Dengan dukungan tenaga medis, sosial, dan psikologis yang memadai, para korban dapat kembali diterima dan berfungsi produktif di tengah masyarakat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 15:13