Kisah Cau Chocolates Rambah Pasar Ekspor, Hadapi Beda Aturan Tiap Negara

2026-01-12 06:51:54
Kisah Cau Chocolates Rambah Pasar Ekspor, Hadapi Beda Aturan Tiap Negara
TABANAN, - Cau Chocolates sebagai salah satu pelaku industri kakao di Tabanan, Bali telah merambah pasar internasional dengan ekspor ke Australia dan Polandia. CEO Cau Chocolates I Kadek Surya Prasetya Wiguna mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah melakukan ekspor ke Australia sebanyak 10 ton. Sebelumnya, Cau Chocolates juga pernah melakukan ekspor ke beberapa negara tetangga. Barang yang diekspor Cau Chocolates adalah dark chocolate organic yang merupakan produk olahan siap pakai. "Tahun-tahun sebelumnya sudah pernah ke tempat lain, ke Malaysia dan Singapura," kata dia ketika ditemui di fasilitas produksi Cau Chocolates, Selasa . Ia menambahkan, tantangan yang dirasakan dalam proses ekspor kakao adalah tiap negara memiliki aturan dan bea masuknya masing-masing. "Kami perlu mempelajari itu. Katakanlah China, mereka ada standarisasi mulai dari gudangnya, pendaftaran di daerahnya dan sebagainya," imbuh dia.Baca juga: Terbesar di Asia, Bagaimana Posisi Industri Kakao Indonesia di Mata Dunia? Instagram/Cau Chocolates Cau Chocolates Di sisi lain, Kadek bilang, saat ini Cau Chocolates baru menjajal ekspor dalam jumlah yang sedikit. Ia lebih berfokus pada negara yang memang memiliki permintaan terhadap coklatnya. Sebagai contoh, Australia menjadi salah satu negara yang memiliki permintaan coklat yang besar. Di sisi lain, jumlah wisatawan Australia yang berjunjung ke Bali juga terbilang besar. Dengan demikian, produk kakao bisa masuk ke kargo barang dari pesawat Australia yang mendarat di Bali untuk menekan ongkos kirim. Lebih lanjut, Surya berharap, ke depannya sebanyak 50 persen dari total omzet Cau Chocolates merupakan hasil ekspor. "Sekarang baru 5 persen, masih kecil," ucap dia. Baca juga: Produsen Kakao Terbesar di Asia, Indonesia Kontribusi 3 Persen Pasokan Dunia Saat ini, Cau Chocolates dapat menerima biji kakao kering dengan kapasitas mencapai 7-8 ton per bulan. Untuk memperbesar kapasitas produksinya, Cau Chocolates tengah mempersiapkan pabrik baru yang memiliki kapasitas produksi hingga 2 ton. Adapun, pabrik sebelumnya hanya memiliki kapasitas produksi sebesar 500 kilogram. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pabrik Cau Chocolates dapat menampung 700-800 ton biji kakao per tahun dari petani. "Itu masa depan, kami membangun hulu kami. Nah pertanyaannya, pemerintah mau membantu tidak membangun hulu dengan kualitas standar ini," ungkap dia. Sebagai informasi, Cau Chocolates telah memiliki jaringan 12 kelompok tani dengan total luas lahan mencapai 600 hektar.Baca juga: Penerimaan Negara dari Bea Keluar Kakao Diprediksi Tembus Rp 200 Miliar Tahun Ini


(prf/ega)