BENER MERIAH, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengakui hingga saat ini belum mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat. Padahal alat berat ini dibutuhkan untuk digunakan membersihkan jalan longsor.Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan BBM dengan cara lain. BBM ini diangkut dengan menggunakan jasa kuli panggul melalui Jalan KKA dari Aceh Utara ke Bener Meriah.Baca juga: Pertamina Kirim BBM dan LPG via Udara ke Bener Meriah, Aceh, Jalur Darat Masih Tertimbun Longsor"Sampai dengan Selasa 9 Desember pukul 21.00 WIB, pihak posko belum mendapat pasokan BBM yang rencananya akan digunakan untuk menerobos jalan longsor," kata Ilham pada Kompas.com, Selasa .Untuk menghindari agar alat berat tersebut berhenti beroperasi, Pemda terpaksa mendatangkan BBM melalui jalan darat dengan menggunakan jasa kuli panggul sebesar Rp 200.000 per jirigen isi 30 liter."Kami sangat berharap agar pasokan BBM bisa masuk melalui jalur udara, tururnya. Foto: Dok. Pemkab Bener Meriah Masyarakat yang menjadi kuli panggul membawa BBM sepanjang 10 kilometer di jalur KKA Aceh Utara-Bener Meriah.Menurut Ilham, pasokan BBM ke wilayahnya saat ini menjadi kebutuhan urgent agar akses jalan yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara dapat diakses kendaraan. "Agar bisa secepatnya diakses untuk mengangkut kebutuhan masyarakat terutama bahan makanan, obat obatan serta kebutuhan lainnya untuk mendukung pasokan udara," tururnya. Baca juga: Pertamina Kirim BBM dan LPG via Udara ke Bener Meriah AcehSebelumnya Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan akses darat ke wilayah Benar Meriah terhambat akibat longsor yang terjadi 26 November 2025 lalu. Pertamina mengupayakan pasokan BBM dengan berbagai cara.Akibat akses jalan yang putus, upaya penyaluran terutama Solar dan BBM jenis lain, dilakukan menggunakan pesawat perintis sejak Kamis 4 Desember 2025. Baca juga: 10 Mahasiswa KKN Terjebak Berhari-hari di Bener Meriah, Kondisinya Kritis"Pesawat perintis mendarat di Bandara Rembele Benar Meriah. Keterbatasan kapasitas pesawat, BBM yang dibawa terbatas. Penerbangan secara berkala dilakukan, namun memperhatikan kondisi cuaca," ujarnya. Fahrougi menyebutkan, Benar Meriah menjadi wilayah terdampak yang terisolir sehingga Pertamina memberikan bantuan ekstra untuk menjaga pasokan energi tersedia.
(prf/ega)
Bantuan Tak Kunjung Tiba, Pemkab Bener Meriah Datangkan BBM Pakai Kuli Panggul dari Aceh Utara
2026-01-12 06:09:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:29
| 2026-01-12 04:24
| 2026-01-12 03:47
| 2026-01-12 03:42










































