Beban Utang Kian Berat, Pemerintah Perlu Evaluasi Proyek Mercusuar

2026-02-03 23:56:02
Beban Utang Kian Berat, Pemerintah Perlu Evaluasi Proyek Mercusuar
JAKARTA, – Pakar ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai beban utang Indonesia semakin berat jika dilihat dari berbagai rasio utang, meskipun secara nominal masih berada dalam batas aman.Menurut Lukman, indikator seperti debt service ratio dan debt income ratio menunjukkan tren peningkatan, yang menandakan kewajiban utang semakin menekan kemampuan fiskal negara. Kondisi ini otomatis mendorong lonjakan pembayaran bunga utang.“Kalau dilihat dari rasio utang seperti debt service ratio dan debt income ratio, itu semakin meningkat. Ini menandakan utang makin berat bagi Indonesia, dan otomatis pembayaran bunganya juga makin tinggi,” ujar Lukman saat dihubungi Kompas.com Selasa .Baca juga: PLN: Utang Terang, Listrik RedupMeski demikian, Lukman menilai posisi fiskal Indonesia masih relatif aman karena rasio defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen, sebagaimana tertuang dalam Rancangan APBN (RAPBN).Namun, ia mengingatkan tekanan akan semakin terasa di tengah tren suku bunga yang tinggi.“Dengan semakin tingginya suku bunga, ruang fiskal pemerintah menjadi makin sempit. Karena itu, pemerintah perlu lebih kreatif dalam mencari dan meningkatkan sumber-sumber pendapatan negara lainnya,” jelasnya.Lukman menilai, salah satu langkah paling mendesak yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengevaluasi proyek-proyek yang dinilai tidak efisien.Ia menyoroti proyek infrastruktur berskala besar yang bersifat mercusuar, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).Menurut dia, alokasi anggaran seharusnya lebih diarahkan pada program-program yang mampu mendorong investasi produktif dan memberikan dampak ekonomi berantai yang kuat.“Lebih baik fokus pada program yang menumbuhkan kembali sektor pertanian dan industri, karena sektor-sektor ini punya linkages yang kuat, baik ke depan maupun ke belakang,” kata Lukman.Baca juga: Utang Masih Menumpuk? Coba 5 Strategi Ini agar Keuangan Lebih RinganIa menegaskan, penguatan sektor-sektor produktif tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan negara dalam jangka menengah-panjang, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan fiskal yang kian besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-03 22:25