Hasil Interogasi 68 Anak Bersenjata Terpapar Paham Radikal, Densus: Melampiaskan Dendam

2026-02-02 19:40:10
Hasil Interogasi 68 Anak Bersenjata Terpapar Paham Radikal, Densus: Melampiaskan Dendam
JAKARTA, - Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan alasan mengapa 68 anak terpapar ideologi ekstrem seperti White Supremacy, padahal mereka tinggal di Indonesia.Setelah diinterogasi, anak-anak tersebut mengaku hanya menjadikannya sebagai legitimasi untuk melampiaskan ketidaksukaan.Adapun White Supremacy merupakan ideologi yang percaya bahwa ras kulit putih lebih unggul daripada ras lain, dan harus mendominasi masyarakat."Berdasarkan interogasi yang dilakukan oleh tim, mereka mengaku bahwa paham-paham tersebut hanya sebagai legitimasi tindakan yang mereka lakukan dalam melampiaskan dendam atau ketidaksukaan, ataupun melampiaskan kekerasan," ujar Mayndra kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Kepala BNPT Ungkap Roblox Jadi Jalur Masuk Radikalisasi AnakMayndra menyampaikan, puluhan anak tersebut terpapar ideologi White Supremacy dan Neo-Nazi dari berbagai platform, hingga gim daring berbasis kekerasan.Sementara untuk kepemilikan senjata, Mayndra menyebut mereka membelinya dari toko daring."Terpapar dari berbagai platform yang beraliran True Crime Community (TCC), gim daring berbasis kekerasan (gore)," ucapnya."Senjata mainan dan pisau kebanyakan dari pembelian daring," imbuh Mayndra.Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Syahardiantono mengatakan bahwa Densus 88 telah bergerak untuk menangani 68 anak tersebut.Ketika ditindak, Densus mendapati anak-anak tersebut sudah memegang senjata berbahaya.Baca juga: BNPT: Dulu Radikalisasi Butuh 5 Tahun, Sekarang Hanya 6 BulanSenjata tersebut, menurut Syahar, akan digunakan anak-anak yang terpapar tersebut untuk menyerang sekolah dan teman sejawatnya.Hal tersebut Syahar sampaikan dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa ."Penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem melalui grup TCC (True Crime Comunity), seperti neo-Nazi dan White Supremacy, di mana mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah dan rekan sejawat mereka," ujar Syahar.Syahar menekankan, Densus 88 Antiteror berkomitmen menjaga Indonesia bebas dari serangan teror sepanjang 2025.Baca juga: Kepala BNPT Ungkap Ada 112 Anak Terpapar Radikalisme Sepanjang 2025 Dia mengeklaim Densus 88 telah berhasil mempertahankan status Zero Terrorism Attack sepanjang 2023 hingga 2025, melalui langkah penegakan hukum yang proaktif."Capaian ini didukung penangkapan terhadap tersangka 147 pada 2023, 55 pada 2024, dan 51 di 2025, yang tentunya ini efektif menekan potensi ancaman dan menjaga stabilitas keamanan nasional," jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 17:45