Danantara Mau 30 Persen Saham di Tiap Proyek Sampah Jadi Energi

2026-02-02 12:34:55
Danantara Mau 30 Persen Saham di Tiap Proyek Sampah Jadi Energi
JAKARTA, - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut pihaknya menargetkan memiliki 30 persen saham pada setiap proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.Pandu mengatakan, pada setiap proyek WTE, nilai kepemilikan saham pemerintah Danantara bisa berbeda-beda.Namun, pihaknya menginginkan pemerintah mengantongi 30 persen kepemilikan saham.Baca juga: Danantara Sebut Proyek Sampah Jadi Energi Tak Ganggu Batu Bara“Jadi kita mungkin setiap proyek bisa beda-beda, we are open. Misalnya nanti technical partner ingin punya saham lebih, kita bilangnya, 'if we can 30 percent paling tidak’,” ujar Pandu dalam media briefing di Kompleks Kantor Danantara, Jakarta, Senin .“Tapi kita happy to take 51 percent or above,” tambahnya.Pandu menegaskan, pemerintah memandang, dalam proyek ini yang terpenting adalah bagaimana WTE bisa menyelesaikan masalah krisis sampah di berbagai kota.Oleh karena itu, Danantara memilih bersikap terbuka dalam penentuan besaran kepemilikan saham di setiap proyek WTE.Pada proyek WTE dengan nilai ekonomi bagus, misalnya, Danantara bisa saja mencoba meminta memiliki 51 persen saham lebih.Sikap itu membuat Danantara dan perusahaan mitra pemerintah nantinya akan duduk bersama guna mencapai kesepakatan.“Kemungkinan karena proyeknya banyak yang baik secara economic return, ada juga yang bisa minta, 'boleh enggak kami 50 persen, 51 persen atau lebih?'” kata Pandu.Menurut Pandu, salah satu aspek penting yang diperhatikan adalah biaya dan ketepatan waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan proyek WTE.Sebab, produk dari WTE itu akan dijual dengan harga yang sama kepada pihak PT Pembangkit Listrik Negara (PLN).Jika ongkos produksi tinggi, maka manfaat ekonomi yang diterima para pihak terkait akan berkurang.Menariknya, kata Pandu, karena pihak swasta sudah mengetahui hitung-hitungan dalam suatu proyek, mereka akan mengerjakannya dengan tepat waktu dan biaya yang pas.“Ini penting kenapa? Karena dengan cara itu anda bisa mendapatkan economic return pasti akan lebih baik kalau bisa on time dan cost-nya juga within the range yang mereka sebut itu penting,” kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-02 12:42