- Memilih material dinding merupakan keputusan penting dalam pembangunan rumah karena memengaruhi tampilan, efisiensi, hingga biaya konstruksi.Dua material yang paling umum digunakan di Indonesia adalah bata merah dan bata ringan (aerasi).Seiring berkembangnya teknologi konstruksi dan perubahan preferensi masyarakat, perbandingan keduanya semakin sering dipertanyakan, terutama untuk pembangunan rumah pada masa kini.Bata ringan dikenal praktis serta cepat dipasang, sementara bata merah tetap digemari karena tampilannya yang natural dan daya tahannya yang tinggi.Lantas, dengan melihat tren penggunaan di berbagai daerah, mana material yang lebih efisien untuk rumah 2025/2026?Baca juga: Batu Bata Inovatif Ini Bisa Dinginkan Suhu Ruang secara Alami, Simak Cara PasangnyaDok. Alam Sutera Ilustrasi rumah modern. Bata Ringan vs Bata Merah: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah 2025/2026?Arsitek Ariko Andikabina menilai, meski tren akan terus berkembang, kedua material tetap memiliki pasar tersendiri.“Saya menduga keduanya akan tetap digunakan masyarakat kita, walau ada pergeseran di beberapa kota. Penggunaan bata ringan akan mulai menggeser bata merah sebagai dinding partisi karena relatif lebih praktis dalam pemasangan,” ujarnya, saat dimintai pandangan Kompas.com, Senin .Namun, ia menegaskan bata merah tidak kehilangan relevansi, terutama di daerah dengan ketersediaan material yang mendukung."Bata merah tetap mendapat tempat sebagai dinding ekspose karena cocok dengan banyak gaya bangunan di Indonesia. Dengan teknik pemasangan tertentu, bata merah bisa menghasilkan pola yang estetik,” katanya.Karena itu, pemilihan material sangat bergantung pada fungsi ruang, aspek estetika, serta ketersediaan material. Keduanya diprediksi tetap bersaing dalam pembangunan rumah pada 2025–2026.Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Tepat untuk Bangun Rumah 2 Lantai?Ariko menjelaskan bahwa bata merah memiliki keunggulan dalam hal kekuatan.“Batu bata mampu menahan beban yang cukup tinggi jika disusun dengan teknik yang tepat sehingga dinding menjadi cukup tebal dan susunannya saling mengunci,” jelasnya.Ia mencontohkan banyak bangunan cagar budaya yang masih kokoh karena menggunakan bata sebagai penyalur beban, bahkan membentuk struktur kubah sebelum teknologi beton bertulang berkembang.Namun, bata merah juga memiliki keterbatasan.
(prf/ega)
Mau Bangun Rumah 2026? Arsitek Jelaskan Kelebihan Bata Ringan Vs Bata Merah
2026-01-12 04:46:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 02:24
| 2026-01-12 02:13










































