Dari Mandalika ke Dunia, 2 Pembalap Indonesia Siap Bertanding di MotoGP

2026-02-01 14:24:51
Dari Mandalika ke Dunia, 2 Pembalap Indonesia Siap Bertanding di MotoGP
Dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang sering berlaga di sirkuit Mandalika dengan pengelola resmi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) akan menjadi penampil rutin pada ajang balapan kelas dunia, MotoGP 2026.Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengungkapkan Pertamina Mandalika International Circuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang dikelola PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak perusahaannya ITDC berkomitmen untuk mendorong lahirnya generasi pembalap Indonesia yang mampu bersaing."Kami sangat bangga atas capaian dua pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji. Melalui kehadiran Sirkuit Mandalika yang dikelola oleh InJourney, kami berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi baru pembalap Indonesia yang mampu berprestasi di level dunia. Inilah wujud nyata dari kehadiran Sirkuit Mandalika yang bukan hanya sebagai arena balapan kelas dunia seperti MotoGP, tetapi juga sebagai tempat tumbuhnya mimpi, semangat, dan prestasi anak bangsa di panggung internasional," tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu, .Diketahui, kedua pembalap muda kebanggaan Indonesia tersebut telah menorehkan berbagai pengalaman berharga di lintasan Sirkuit Mandalika.Mario Aji tercatat tak pernah absen tampil pada ajang Grand Prix Indonesia sejak 2022 hingga 2025, mulai dari sesi latihan bebas Moto2 hingga kualifikasi dan balapan Moto3. Sementara itu, Veda Ega Pratama juga menunjukkan kiprah gemilangnya dengan berhasil menaklukkan Sirkuit Mandalika pada gelaran Idemitsu Asia Talent Cup Mandalika 2023.Tak hanya itu, Sirkuit Mandalika secara resmi telah meraih Homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Status tertinggi ini menjadi bukti bahwa Sirkuit Mandalika telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan untuk menggelar ajang balap motor paling prestisius dunia, termasuk MotoGP 2025.Sirkuit Mandalika juga telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP sejak tahun 2022. Kehadiran Sirkuit Mandalika memberikan akses bagi pembalap Indonesia untuk berlatih dan berkompetisi di infrastruktur dan lintasan dengan kualitas setara MotoGP.Selain itu, kehadiran Sirkuit Mandalika telah mendorong lahirnya ekosistem balap yang lebih profesional, mulai dari pembalap, mekanik, hingga manajemen tim. Hal ini membantu para pembalap muda seperti Veda Ega dan Mario Aji beradaptasi dengan standar teknis, kecepatan, dan tingkat kesulitan yang sama seperti yang mereka hadapi di kejuaraan dunia.Sirkuit Mandalika juga berperan penting dalam membangun kepercayaan diri pembalap nasional untuk tampil di depan publik sendiri dalam ajang-ajang besar seperti MotoGP dan Asia Talent Cup memberi dorongan mental luar biasa bagi para pembalap muda.Sebelumnya, Honda Team Asia telah mengumumkan kepastian penampilan dua pembalap muda lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) untuk seluruh musim MotoGP 2026. Veda Ega Pratama bertarung di kelas Moto3 dan Mario Aji di Moto2 pada MotoGP 2026.Meskipun belum genap berusia 18 tahun, Veda Ega mendapat kesempatan emas untuk langsung menapaki jenjang balap GP Moto3. Pembalap asal Gunung Kidul ini sebelumnya telah menunjukkan prestasi gemilang sebagai runner up pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) musim 2025.Sementara itu, Mario Aji akan berlaga dengan membawa bendera Honda Team Asia (HTA). Pemuda asal kota Magetan, Jawa Timur ini merupakan lulusan AHRS tahun 2016 yang telah dibina sejak usia 12 tahun dan siap menapaki tahun kelimanya di gelaran MotoGP melalui kelas GP Moto2 2026. Tonton juga video "Parade Pembalap MotoGP Jelang Tanding" di sini:[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-01 14:42