Cerita Prabowo Dilatih Orang Korea saat Dinas Militer: Tak Kenal Libur Natal-Idul Fitri

2026-01-12 03:48:53
Cerita Prabowo Dilatih Orang Korea saat Dinas Militer: Tak Kenal Libur Natal-Idul Fitri
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya saat dilatih dengan pelatih asal Korea, ketika ia masih berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI.Menurut Prabowo, orang Korea terkenal sebagai sosok yang pekerja keras dan pantang mundur, yang ia sebut sebagai pengalaman baik.Cerita ini dibagikannya saat meresmikan pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis ."Saya punya pengalaman baik, banyak pengalaman baik dengan pihak Korea waktu saya di tentara, waktu saya di tentara saya dibantu pelatih-pelatih dari Korea, mereka sangat keras, mereka melatih dari depan," kata Prabowo memulai cerita, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.Baca juga: Prabowo Kagumi Bangsa Korea: Mereka Pekerja Keras, Membangun dari Puing-puing PerangMantan Danjen Kopassus itu mengungkapkan, orang Korea itu merupakan pelatih judo yang melatih timnya di kesatuan.Menjelang Hari Raya Natal, Prabowo meminta timnya diberikan libur untuk kegiatan pribadi. Namun, permintaan itu ditolak."Saya panggil dia, saya bilang 'Profesor, ini besok adalah hari Natal, saya minta para anggota diliburkan.' Dia bilang 'Tidak bisa Jenderal, harus latihan'," cerita Prabowo.Mendengar penolakan itu, Prabowo lalu meminta pelatihnya memberikan pengertian. Untuk kedua kalinya, permintaan itu kembali ditolak."(Saya bilang), 'Loh, ini hari Natal, besok hari Natal'. (Dia jawab) 'Tidak ada masalah, Jenderal. Saya juga orang Kristen'. Jadi profesor itu orang Kristen," beber Prabowo.Baca juga: Prabowo Minta Jokowi Datang ke Peresmian Pabrik Lotte: Ini Salah Satu Prestasi BeliauPelatih itu lantas meminta timnya untuk pergi ke gereja bersama-sama, alih-alih memberikan libur. Usai ibadah misa selesai, pelatih tetap meminta berlatih kembali tanpa ada hari libur."Saya lihat dia, hebat juga orang ini," seloroh Prabowo.Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, permintaan yang sama juga ia sampaikan saat Hari Raya Idul Fitri, ketika timnya butuh merayakan hari besar tersebut.Sama seperti sebelumnya, permintaan itu kembali ditolak. Pelatih hanya mengizinkan untuk shalat Idul Fitri, kemudian berlatih kembali.Keputusan ini kata Prabowo, tidak diambil tanpa melihat kondisi. Pelatihnya saat itu sudah bertanya kepada ahli agama terkait Hari Raya Idul Fitri."(Dia bilang), 'Jenderal, saya sudah tanya kepada ahli-ahli agama. Yang wajib itu Idul Fitri, sembahyang shalat berjamaah di masjid jam 07.00 pagi'. Dia tahu itu aturannya, sesudah itu training, latihan," ungkap Prabowo.Baca juga: Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical di Cilegon Usai Sempat Mangkrak Bertahun-tahunMenurut pelatih, latihan secara rutin adalah kunci dari kemenangan. Prabowo mengaku mendapat pelajaran yang berharga, salah satunya pelajaran negosiasi.Ia memahami, bernegosiasi dengan orang Korea adalah hal yang sulit."Nah, ini pengalaman saya dengan orang-orang Korea. Jadi orang Korea ini bangsa yang tangguh. Jadi kalau negosiasi sama orang Korea tidak gampang," seloroh Prabowo.


(prf/ega)