Sampah di Yogyakarta Melonjak 50 Persen Saat Libur Nataru, DLH Pastikan Tumpukan Sampah Terkendali

2026-01-12 04:26:55
Sampah di Yogyakarta Melonjak 50 Persen Saat Libur Nataru, DLH Pastikan Tumpukan Sampah Terkendali
YOGYAKARTA, - Kota Yogyakarta jadi salah satu kota yang menjadi favorit wisatawan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta berdampak langsung pada meningkatnya volume produksi sampah harian.Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan kenaikan volume sampah selama periode libur Nataru bisa mencapai 50 persen.Peningkatan itu, sudah dirasakan sejak tanggal 22 Desember lalu.“Peningkatan sampah di Kota Yogyakarta sebesar 50 persen dari reguler,” katanya, Minggu .Baca juga: Libur Nataru, Sampah di Kota Malang Naik 25 Ton Per HariWalaupun kenaikan sampah mencapai 50 persen, ia menilai peningkatan tersebut masih terkendali dan tidak sampai menyebabkan tumpukan sampah di depo.Ia merinci produksi sampah per-hari di Kota Yogyakarta mencapai 260 ton, dengan adanya kenaikan sebesar 50 persen saat periode libur Nataru ada tambahan 130 ton sampah, sehingga total sampah harian mencapai 390 ton.Rajwan menyampaikan pihaknya sudah melakukan tahapan-tahapan antisipasi yakni dengan cara mengosongkan depo sebelum puncak liburan Nataru."Kondisi depo sebelum libur Nataru sudah kita bersihkan,” kata dia.Ia menambahkan depo Kotabaru juga sudah dilakukan penutupan seiring dengan pengosongan depo sebelum libur Nataru.Baca juga: Anggota DPRD Desak Pemprov Bali Ambil Alih Penanganan Sampah Usai TPA Suwung Ditutup"Nah, depo-depo yang sudah kosong itu kita gunakan untuk antisipasi terkait sampah hasil Nataru yang meningkat. Alhamdulillah sampai saat ini masih terkendali," ucap Rajwan.Ia menjelaskan DLH Kota Yogyakarta telah menyiapkan langkah pengolahan 130 ton sampah harian itu pertama adalah dengan memaksimalkan pengolahan melalui Unit Pengolaham Sampah (UPS), dan pembuangan ke TPA Piyungan juga masih terus dilakukan.Lebih lanjut Rajwan menyampaikan, adanya tambahan 130 ton rambahan sampah per-hari tidak berdampak pada penambahan kuota khusus dari TPA Piyungan untuk menyerap limbah dari Kota Yogyakarta.Baca juga: Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026"Kita menggunakan kuota reguler yang sudah ada. Untuk kuota reguler dalam satu hari ini kita ada di 300 (ton)," katanya.Rajwan menambahkan Kota Yogyakarta masih memiliki kuota sebesar 600 ton untuk mengevakuasi sampah ke TPA Piyungan.Kuota sebesar 600 ton itu dialokasikan pada dua hari terakhir di Desember."Masih ada sisa 600 ton untuk hari Senin besok tanggal 29 (Desember) dan Rabu tanggal 31. Jadi ada 600 ton di akhir tahun, sampai akhir Desember ini,” kata dia.


(prf/ega)