Ayah Pratama Arhan Wafat, Azizah Salsha Melayat ke Blora

2026-01-16 10:49:58
Ayah Pratama Arhan Wafat, Azizah Salsha Melayat ke Blora
BLORA, - Selebgram Azizah Salsha melayat ke rumah duka orangtua pesepakbola Pratama Arhan, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.Azizah takziyah ke rumah tersebut, karena ayah pesepakbola Pratama Arhan, Sutrisno meninggal dunia.Dalam foto yang beredar, Azizah datang dengan ditemani oleh beberapa orang. Ia tampak keluar dari mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor kendaraan AD 1996 K."Info dari warga jam 12.30 WIB," ucap Kepala Desa Sidomulyo, Suyatman saat dikonfirmasi wartawan, Minggu .Baca juga: Ayah Pratama Arhan Meninggal, Andre Rosiade Kirim Karangan Bunga Duka CitaAzizah Salsha adalah mantan istri dari Pesepakbola Pratama Arhan. Mereka sempat menjadi pasangan suami istri, hingga kemudian bercerai.Ayah Azizah Salsha, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade turut mengirimkan karangan bunga atas wafatnya Sutrisno.Karangan bunga tersebut bertuliskan 'Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Bapak Sutrisno Ayahanda dari Pratama Arhan'.Sementara di bagian bawahnya tertulis 'Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI'.Karangan bunga tersebut tampak bertumpuk dengan karangan bunga lainnya yang berada di rumah duka, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu.Andre, dalam story di akun Instagram-nya juga menuliskan kepergian Sutrisno yang dianggapnya sebagai orang baik.Baca juga: Teman SSB Pratama Arhan Kenang Sosok Sutrisno: Selalu Support di Pinggir Lapangan"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Bapak Sutrisno Orang Baik, Insya Allah Husnul Khotimah, Aamiin," tulis dia.Sebelumnya diberitakan, kabar duka menyelimuti pesepakbola Pratama Arhan. Sutrisno meninggal dunia pada Minggu sekitar Pukul 06.00 WIB, di RSUD Soetijono Blora, Jawa Tengah.Kakak kandung Pratama Arhan, Dimas Roni Saputra mengatakan, ayahnya meninggal dunia setelah menderita sakit yang sudah beberapa tahun."Meninggal jam 6 pagi, sakit sudah lama, sakitnya komplikasi, meninggal di rumah sakit," ucap dia saat menemui pelayat di rumah duka, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu sore.Sutrisno juga sempat dirawat di rumah sakit tersebut selama beberapa hari. Sutrisno dimakamkan di makam desa setempat sekitar Pukul 11.00 WIB.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 10:06