Wilayah Ini Diprediksi Dilanda Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon Tropis 91S, Mana Saja?

2026-01-12 08:58:52
Wilayah Ini Diprediksi Dilanda Hujan Lebat-Gelombang Tinggi Akibat Bibit Siklon Tropis 91S, Mana Saja?
- Beberapa wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang-lebat dan gelombang tinggi akibat pengaruh Bibit Siklon Tropis 91S.Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu pukul 07,00 WIB, sistem tersebut terdeteksi di wilayah Samudera Samudra Hindia barat daya Lampung.BMKG melaporkan, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi di sekitar 4,9 derajat lintang selatan dan 96,1 derajat bujur timur.Bibit siklon tersebut masih berada di dalam Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) atau Pusat Peringatan DIni Siklon Tropis Jakarta. Baca juga: BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Sumut dan Sumbar, Lampung Ikut TerdampakDilansir dari laman resmi BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar Bibit Siklon Tropis 91S mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam dan terpantau di sebelah utara sistem.Sementara itu, tekanan minimum Bibit Siklon Tropis 91S sekitar 1008 hPa. “Berdasarkan pengamatan citra satelit enam jam terakhir, awan konvektif terpantau cenderung persisten dengan kecenderungan sedikit meningkat,” kata BMKG.“Namun, sebaran awan masih bersifat sporadis dan meluas ke utara sistem serta belum membentuk area deep convection yang simetris dan melingkari pusat sirkulasi,” tambahnya.Baca juga: Dampak Bibit Siklon Tropis 93W, Hujan Deras dan Gelombang Tinggi di Wilayah IniBMKG menjelaskan, kondisi tersebut mengisyaratkan konveksi di sekitar sistem masih fluktuatif dan belum sepenuhnya terorganisasi. Berdasarkan analisis angin per lapisan, pada lapisan permukaan hingga 850 hPa pola sirkulasi siklonik tampak melebar ke arah timur dari pusat sistem. Sementara itu, pada lapisan 700–500 hPa, pola sikulasi tidak lagi jelas dan lebih menyerupai belokan angin.“Sedangkan pada lapisan 200 hPa terlihat adanya area divergensi di lapisan atas di sekitar pusat sirkulasi, meskipun aliran anginnya yang relatif lemah bergeser lebih ke arah timur laut,” imbuh BMKG.Baca juga: BMKG Ungkap Bibit Siklon 91S Mulai Pengaruhi Cuaca Sumsel, Risiko Banjir MeningkatBMKG menjelaskan, pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby di wilayah sistem.Faktor lainnya adalah gelombang low frequency yang secara spasial berada di sebelah timur pusat sirkulasi, kondisi sistem yang tengah berada di wilayah dengan suhu muka laut yang hangat (29-30 derajat Celsus), vortisitas yang mendukung meskipun belum terlalu kuat, dan divergensi lapisan atas yang menguat, Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh kelembapan udara yang relatif cukup basah dan mendukung pada setiap lapisan di sekitar pusat sistem walaupun di sebelah selatannya terdapat massa udara kering yang terpantau pada lapisan 700-500 hPa. 


(prf/ega)