Bedanya Pinjol Produktif dan Konsumtif: Kenali Sebelum Terjebak Utang

2026-01-12 19:21:59
Bedanya Pinjol Produktif dan Konsumtif: Kenali Sebelum Terjebak Utang
JAKARTA, - Pinjaman online (pinjol) kini sudah menjadi “jalan pintas” keuangan banyak rumah tangga di Indonesia.Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, outstanding pembiayaan fintech lending per April 2025 sudah mencapai Rp 80,94 triliun, tumbuh 29,01 persen secara tahunan.Hingga Juni 2025, jumlah rekening pinjaman aktif di fintech lending sekitar 23 juta dengan total penyaluran pinjaman Rp 270 triliun dalam 12 bulan terakhir.Baca juga: Update Daftar 95 Pinjol Resmi OJK November 2025: Cek Legalitas Sebelum PinjamPIXABAY/PIYAPONG SAYDAUNG Ilustrasi pinjaman online, pinjol. Pada saat yang sama, kualitas pinjaman mulai tertekan. Per September 2025, tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) di industri pinjol meningkat ke 2,82 persen, naik dari 2,60 persen pada Agustus 2025.Di lapangan, cerita “gaji habis buat bayar cicilan pinjol” makin sering terdengar.Di tengah derasnya penawaran pinjol, OJK dan pelaku industri terus mengingatkan agar masyarakat membedakan penggunaan pinjaman konsumtif dan produktif, serta memastikan pinjaman tidak mengganggu kesehatan keuangan rumah tangga.Artikel ini mengulas perbedaan keduanya, bagaimana tren terkini di industri, dan tips praktis agar meminjam di pinjol tetap aman.Baca juga: 776 Entitas Keuangan Ilegal Diblokir: Pinjol, Pinpri, hingga Investasi Tipu-tipuSecara sederhana, perbedaan utama ada pada tujuan penggunaan dana.Pinjaman konsumtif digunakan untuk kebutuhan yang tidak langsung menghasilkan pemasukan baru, misalnya:


(prf/ega)