Pemprov Jateng Libatkan Akademisi Bahas Sekolah 6 Hari, Sosialisasi Dimulai sebelum Semester Depan

2026-02-05 08:05:59
Pemprov Jateng Libatkan Akademisi Bahas Sekolah 6 Hari, Sosialisasi Dimulai sebelum Semester Depan
SEMARANG, - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melibatkan kampus dan akademisi dalam pembahasan penerapan enam hari sekolah untuk siswa SMA/SMK negeri di Jawa Tengah.“(Kemarin bertemu akademisi) iya, bahas kelanjutan enam hari sekolah,” ujar Yasin saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa .Yasin menyampaikan bahwa usai pembahasan tersebut Pemprov Jateng akan melakukan sosialisasi penerapan enam hari sekolah kepada masyarakat, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.Baca juga: SMA di Jateng Terapkan 5 Hari Sekolah Sejak 2018, Wacana Sekolah 6 Hari Terus DikajiDia menuturkan bahwa sosialisasi akan dipercepat sebelum semester depan.“Nah, hasilnya akan kita tindak lanjuti untuk sosialisasi ke masyarakat. Sekarang mulai sosialisasi. Ya, kita sosialisasikan bagaimana nanti keadaan masyarakatnya, penerimaan siswa-siswinya, termasuk sekolahnya sudah siap apa belum,” imbuhnya.Yasin menyebut pemberlakuan sekolah enam hari itu akan berdampak pada perubahan jam sekolah.Semula pelajar berada di sekolah hingga sore hari selama sekolah lima hari, kini mereka hanya menghabiskan waktu belajar di sekolah hingga siang hari.“Kalau enam hari itu Jumat kita pulang jam 11.00 WIB, nanti Sabtu pulangnya jam 11.00 WIB atau jam 12.00 WIB. Enggak penuh ya,” bebernya.Baca juga: Pemprov Jateng Kaji Wacana 6 Hari Sekolah, Pertimbangkan Masukan PublikMenanggapi penolakan sekolah enam hari oleh Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD, Muhdi, Wagub Jateng mengeklaim telah menggandeng UPGRIS dalam membahas kebijakan itu.“Salah satu yang kita libatkan itu dari UPGRIS, kampus yang kita libatkan untuk pembahasan lima atau enam hari itu di UPGRIS. Jadi kalau belum sampai ke Ketua PGRI karena beliau ini kan anggota DPD. Nah, ini mungkin belum tersampaikan, nanti bagaimana caranya kita diskusi,” tambahnya.Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Yudi Indras Wiendarto mengatakan tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan kebijakan tersebut.“Kajian di Dinas Pendidikan dan juga kajian di stakeholder pendidikan yang memang kita pingin masukan yang konkret. Jadi kita enggak salah menetapkan kebijakan,” tutur Yudi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 07:19