KemenPAN-RB Jaring Masukan Terkait Penataan Pengawasan Sistem Merit

2026-02-01 06:13:02
KemenPAN-RB Jaring Masukan Terkait Penataan Pengawasan Sistem Merit
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan perlunya penguatan implementasi dan pengawasan sistem merit sebagai amanat UU ASN No. 20/2023 dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua regulasi tersebut mendorong pembentukan lembaga pengawas independen guna memastikan pengelolaan ASN berjalan objektif dan profesional.Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto menekankan bahwa percepatan penguatan sistem merit diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh ASN dan masyarakat. UU ASN menempatkan meritokrasi sebagai inti transformasi birokrasi, sementara Putusan MK menambahkan mandat untuk menghadirkan lembaga independen yang mengawasi nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN."Dengan dialog yang terbuka dan data yang kuat, diskusi hari ini menjadi penting untuk menjaring masukan, memperkaya sudut pandang, mempertajam opsi desain, dan menguatkan sinergi antar-lembaga dalam merumuskan kelembagaan pengawas sistem merit yang benar-benar melindungi kepentingan publik," ujar Purwadi, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).Ia menambahkan bahwa standar profesional ASN harus terus dijaga melalui kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas yang baik. Mandat UU ASN dan Putusan MK mewajibkan pemerintah memastikan mekanisme pengawasan yang efektif dan selaras dengan ekosistem manajemen ASN yang sedang dibangun.Purwadi menjelaskan urgensi lembaga pengawas independen karena fungsi pengawasan merit beririsan langsung dengan kewenangan pejabat pembina kepegawaian, sehingga potensi konflik kepentingan harus dihindari. Lembaga independen diperlukan untuk menjamin rekrutmen, promosi, mutasi, dan penilaian kinerja ASN berlangsung objektif dan bebas intervensi."Tujuan akhirnya sederhana namun fundamental, yaitu melindungi profesionalitas dan netralitas ASN sebagai pelayan publik," jelas Purwadi.Ia menekankan bahwa lembaga pengawas merit harus independen, bebas konflik kepentingan, serta memiliki mekanisme checks and balances. Pengawasan juga perlu berbasis data dan tetap bersinergi dengan PAN-RB, BKN, LAN, dan lembaga lain agar prosesnya efisien dan tidak tumpang tindih.Purwadi mengatakan bahwa penguatan pengawasan sangat penting untuk memastikan birokrasi bebas intervensi politik, mencegah transaksi jabatan, dan menjaga netralitas ASN. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi."Pengawasan sistem merit harus benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat," tutur Purwadi.Ia mengingatkan bahwa kualitas pengawasan bukan hanya soal kelembagaan, tetapi juga keberanian menjaga birokrasi tetap profesional dan adil. Konsistensi penerapan merit menjadi kunci peningkatan kualitas ASN di seluruh instansi.Menurutnya, penguatan implementasi dan pengawasan diperlukan agar manfaat sistem merit terasa nyata dan berpengaruh langsung pada manajemen ASN serta pelayanan publik."Melalui forum ini saya berharap kita dapat merumuskan opsi kelembagaan yang paling tepat, sekaligus memetakan tahapan transisi yang rapi dan memberikan kepastian bagi seluruh instansi," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-01 17:51