SBY Terima Penghargaan Super Alumni Prominent IPB, Cerita Saat Jabat Presiden

2026-02-07 18:52:57
SBY Terima Penghargaan Super Alumni Prominent IPB, Cerita Saat Jabat Presiden
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaan Super Alumni Prominent Universitas IPB. Penghargaan diberikan kepada alumni yang berkontribusi terhadap Indonesia.Acara digelar di Gedung Graha Widya Wisuda IPB University, Dramaga, Bogor, Kamis (18/12/2025). Dalam sambutannya, SBY menyampaikan akan bertanggung jawab atas penghargaan yang diberikan tersebut."Saya akan pertanggungjawabkan penghargaan ini, dan Insyaallah saya akan terus do something untuk almamater tercinta. Do something untuk our beloved country, Indonesia, dan do something for a better world," kata dia di lokasi.SBY kemudian bercerita ketika menjadi mahasiswa di IPB. Dia menjadi mahasiswa di sana pada tahun 2001-2004 dengan menempuh studi Ekonomi Pertanian."Meskipun lebih bersifat economics dalam arti yang luas dengan kajian atau studi kasus di bidang pertanian. Saya bangga atas apa yang saya raih di IPB, dan untuk diketahui oleh para sahabat, utamanya para alumni IPB University," bebernya.Ketika menjabat sebagai presiden pada tahun 2004, SBY mengatakan bahwa cetak biru atau blue print dan peta pembangunan ekonominya berangkat dari disertasi ketika menempuh pendidikan S3."Disertasi itu berbunyi 'Upaya Mengurangi Kemiskinan Dan Pengangguran Melalui Pembangunan Pertanian dan Perdesaan, Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal'. Itulah yang menjadi cikal bakal dalam visi dan misi saya sebagai calon presiden dahulu, dan kemudian menjadi bagian utama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional," tuturnya.Turunan dari disertasi itu, kata dia, adalah tentang pertumbuhan ekonomi keberlanjutan dan kebijakan yang pro lingkungan. Dia turut mengajak para Alumni yang hadir untuk senantiasa berkontribusi untuk kampusnya dan untuk Indonesia."Oleh karena itu, singkat kata, Bapak Ketua Umum Himpunan Alumni IPB dan Bapak Rektor, saya mengajak kepada para sahabat, alumni yang hadir pada malam hari ini ataupun di manapun berada, mari kita melakukan kontribusi untuk kemajuan IPB University," ungkapnya."Mari kita juga berbuat sesuatu untuk pembangunan Indonesia yang insyaallah menganut paham pembangunan berkelanjutan, berkeadilan," tambah dia.Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan 'Top 100 Alumni Prominent' IPB University. Penghargaan tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya Pengusaha dan Tokoh Nasional, Lembaga Legislatif dan Politik Nasional, Pemimpin Perusahaan BUMN dan Swasta Nasional, dan Pemimpin Perguruan Tinggi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-07 18:47