Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di Jakarta

2026-01-15 01:06:59
Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di Jakarta
JAKARTA, - Perayaan Natal 2025 menjadi momen yang berbeda bagi Kennedy dan Lando.Dua mahasiswa asal Timor Leste itu merayakan malam Natal di Gereja Katedral Jakarta tanpa kehadiran keluarga, sesuatu yang belum pernah mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya.Jauh dari kampung halaman, Natal kali ini dijalani dengan suasana yang lebih sunyi, namun tetap sarat makna.Kennedy dan Lando mengikuti Misa Malam Natal di Gereja Katedral Jakarta, Rabu malam.Bagi keduanya, Natal di Jakarta terasa berbeda karena harus merayakannya sebagai anak rantau.“Yang paling utama sih jauh dari keluarga. Kalau tahun kemarin kan bareng keluarga, tapi di sini ya sendirian sama teman-teman, kayak agak sedih,” ujar Kennedy saat ditemui usai misa malam Natal.Keduanya berasal dari Timor Leste dan saat ini tengah menempuh pendidikan di Jakarta.Baca juga: Jadwal Lengkap Misa Natal di Gereja-gereja Jakarta 24–25 Desember 2025Kennedy tercatat sebagai mahasiswa Universitas Trisakti, sementara Lando menjalani perkuliahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).Meski jauh dari keluarga, Natal tetap dimaknai sebagai momen refleksi dan harapan.Kennedy menyampaikan harapannya agar perjalanan hidup dan pendidikan yang dijalani ke depan dapat berjalan dengan baik dan aman.Hal serupa disampaikan Lando yang merasakan beratnya merayakan Natal di perantauan.“Sebagai anak rantau yang Natal di sini itu cukup berat, ya belajar buat masa depan dan harus berjuang. Semoga dilancarkan,” kata Lando saat diwawancarai Kompas.com di lokasi.Di tengah perayaan Natal yang dijalani jauh dari keluarga, Lando juga menyampaikan doa dan ucapan bagi orang-orang terdekatnya di kampung halaman. Ia berharap keluarganya selalu diberi kesehatan.“Selamat hari Natal untuk mereka, semoga sehat selalu di sana, dan jangan lupa berdoa,” tuturnya.Baca juga: Domba yang Hilang Kembali Pulang, Cerita Anak Muda Penuhi Gereja Saat Misa NatalSementara itu, Gereja Katedral Jakarta menggelar rangkaian perayaan Natal 2025 pada Kamis dengan sejumlah misa yang ditujukan bagi berbagai kelompok umat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 00:40