Rumahnya Ambruk, Diding Boneng Maklumi Belum Dapat Bantuan dari Rekan Artis

2026-01-17 02:59:10
Rumahnya Ambruk, Diding Boneng Maklumi Belum Dapat Bantuan dari Rekan Artis
JAKARTA, - Aktor senior Diding Boneng mengalami musibah. Rumahnya ambruk karena hujan pada Minggu, 28 Desember 2025.Diding Boneng mengaku belum mendapatkan bantuan dari rekan artis setelah kejadian ini."Sampai hari ini belum. Sepertinya belum tahu. Dan mereka kayaknya enggak ada di rumah, karena ini kan tahun liburan, bulan-bulan liburan," kata Diding saat ditemui di rumahnya di kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Kronologi Ambruknya Rumah Diding Boneng, Nyaris Makan KorbanDiding Boneng sendiri merasa wajar jika teman-teman artis belum menyalurkan bantuan atau menghubunginya di akhir tahun ini.Sebagai seniman, pria berusia 75 tahun itu yakin setiap orang pasti sibuk dengan pekerjaan dan keluarga sebelum menutup tahun 2025."Kayaknya belum dengar semualah gitu. Paling satu-dua, itu pun mungkin masih sibuk. Ini kan hampir semua orang sibuk ini, mau punya duit mau kaga, sibuk aja pokoknya kan," katanya.Baca juga: Rumah Diding Boneng Ambruk karena Hujan BadaiWalaupun demikian, beberapa temannya sudah menghubungi untuk berkunjung langsung."Saya kalau pernyataan itu belum, tapi sih ada beberapa dengar teman mau datang. Saya nggak tahu kapan," kata Diding Boneng.Saat ini, Diding Boneng dan keluarga akhirnya diungsikan ke Kantor Kelurahan Pegangsaan untuk sementara.Baca juga: Tak Terpikir Menikah Lagi, Diding Boneng: Enggak Ah, CapekPihak RW Pegangsaan langsung menindaklanjuti dengan merenovasi bangunan yang runtuh.Menurut keterangan RT setempat, bantuan dari pemerintah sudah mulai berdatangan untuk renovasi rumah Diding Boneng.Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, diperparah dengan kondisi bangunan yang sudah dimakan usia.Berdasarkan keterangan Giman, Ketua RT setempat, insiden bermula dari cuaca buruk yang terjadi sejak sore hari."Kebetulan pada saat itu sore hujan gede, pas belum asar sampai maghrib," ujar Giman saat ditemui di lokasi pada Selasa, .Baca juga: Pernah Bercerai, Diding Boneng Kini Memilih Menua Tanpa PasanganTerdengar Suara Keras Saat Pengajian


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-17 03:24