BANGKALAN, - Suara teriakan kurir paket kian akrab di telinga masyarakat, seiring menjamurnya toko online di berbagai e-commerce. Para kurir berteriak supaya pemilik rumah segera keluar dan mengambil paket yang telah dipesan.Hal itu salah satunya dilakukan oleh Hamdan (35), warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Setiap hari, ia bergelut dengan ratusan paket untuk diantar ke pelanggannya.Setiap pagi, ia tiba di gudang JNT Bangkalan pukul 06.00 WIB dengan membawa motor bebeknya berwarna biru. Ia juga mengenakan seragam kaus berwarna merah khas ekspedisi JNT.Baca juga: Kisah Mahasiswa di Surabaya Kerja Sampingan Jadi Kurir Makanan demi Uang KuliahSetelah tiba di gudang itu, ia mulai memasang tas obrok ke motornya. Satu persatu paket ia masukkan ke tas dan disusun agar seluruh paket muat ia bawa."Selain disusun supaya semua bisa dibawa, ya harus ditata supaya kanan kirinya seimbang supaya tidak jatuh," ucapnya, Minggu .Baca juga: Curhat Kurir Paket di Banyuwangi, Kena Omel gara-gara Order PalsuSetelah semuanya siap, ia lalu memulai kegiatannya untuk door to door mengantar paket. Pengiriman itu dimulai dari pelanggan dengan jarak terdekat hingga terjauh agar tidak bolak balik dan memakan banyak waktu."Tapi ya kalau pas diantar orangnya tidak keluar, nanti saya tetap balik sambil nunggu orangnya bisa dihubungi," imbuhnya.Pekerjaan yang sudah ia jalani sejak tahun 2022 ini membuatnya mengenal banyak pelanggan. Berbagai macam karakter pelanggan ia jumpai saat mengantar paket.Apalagi, seiring maraknya media sosial yang mudah diakses semua kalangan, tak sedikit pelanggannya yang memesan paket hanya karena iseng hingga tak sengaja pencet order."Iya banyak juga pelanggan saat paket diantar mereka menolak dan bilang tidak order. Mungkin itu karena asal pencet di ponselnya atau kadang memang sengaja iseng," ungkapnya.Hal itulah yang kerap membuat waktunya dan tenaganya terbuang sia-sia. Sebab, insentif yang ia peroleh berasal dari tiap paket yang ia bawa dan terbayar oleh pelanggan.Selain itu, ia juga kerap menemui adanya paket berisi barang palsu yang sengaja dikirim penjual ke pembelinya. Saat menemukan paket palsu, ia langsung memberi tahu pelanggan agar tak menerima paket itu."Biasanya itu paket Cash on Delivery (COD). Kalau nominalnya besar biasanya saya baca dulu paketnya apa. Jika dari berat dan bentuknya sudah tidak sesuai, maka saya beri tahu pelanggan supaya tidak kena tipu," tuturnya.Hal itu sangat membantu pelanggannya dan ia kerap dimintai tolong pelanggan untuk mengecek paket kirimannya tersebut."Alhamdulillah, beberapa pelanggan selamat dari aksi penipuan. Karena biasanya pelanggan itu tergiur harga murah dari harga asli barang tersebut," ungkapnya.
(prf/ega)
Jadi Kurir Paket, Hamdan Kerap Bantu Pelanggan supaya Tak Tertipu Pesanan Palsu
2026-01-12 11:10:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:02
| 2026-01-12 09:54
| 2026-01-12 09:25
| 2026-01-12 08:43
| 2026-01-12 08:37










































