Melihat Uniknya Suku Korowai yang Dijuluki Manusia Pohon, Takut Sama Serangan “Iblis” (2)

2026-01-13 06:30:53
Melihat Uniknya Suku Korowai yang Dijuluki Manusia Pohon, Takut Sama Serangan “Iblis” (2)
JAYAPURA, - Peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Suroto, mengungkapkan bahwa rumah-rumah di pemukiman Suku Korowai saat ini dibangun hanya sekitar dua meter dari permukaan tanah, yang membuatnya mudah dijangkau nyamuk.Suroto menjelaskan, alasan utama untuk membangun hunian yang tinggi adalah karena suku Korowai memiliki ketakutan akan serangan laleo, yang mereka anggap sebagai iblis kejam."Laleo atau iblis seperti zombi ini hidup di sebuah dunia yang serupa dengan manusia tetapi dengan hal-hal yang bertentangan dengan dunia manusia," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu .Menurut Suroto, dalam pandangan Suku Korowai, setan-setan melihat malam sebagai siang hari.Mereka mengambil cacing tanah sebagai ulat sagu, dan keladi sebagai merpati.Baca juga: Melihat Uniknya Suku Korowai di Wilayah Papua Selatan yang Dijuluki Manusia Pohon (1)"Ketika manusia tunduk kepada banjir, di dunia yang tak kasat mata ini, mereka mengalami kekeringan," katanya.Suroto menambahkan, ketika seorang manusia meninggal, mayatnya dilahirkan kembali sebagai bayi di dunia lain yang tidak terlihat oleh manusia."Pada saat orang mati itu bertumbuh dan kemudian meninggal di dunia lain, dia mengalami reinkarnasi di dunia nyata, melupakan segala hal yang dialami dalam dunia orang mati," sambungnya.Reinkarnasi bagi Suku Korowai sering kali berasal dari kakek nenek.Seorang dukun atau perantara roh dapat menentukan identitas sebelumnya dari bayi manusia yang baru lahir.Namun, ketika bayi tersebut dewasa, identitas sebelumnya tidak boleh diungkapkan kepada individu yang mengalami reinkarnasi itu."Orang yang telah meninggal masih ingat akan kehidupan mereka sebagai manusia, merindukan kerabat manusia mereka dan sangat ingin untuk bersatu kembali dengan mereka," tuturnya.Namun, Suroto menjelaskan bahwa hal ini mustahil, karena setan-setan tersebut menjadi jahat terhadap manusia.Baca juga: Mengenal Suku Korowai, Penghuni Rumah Pohon di Pedalaman Papua"Kadangkala, setan-setan ini meninggalkan makanan untuk kerabat mereka yang masih hidup, dan jika manusia memakannya, maka mereka akan meninggal," jelasnya.Suroto juga menyoroti bahwa festival ulat sagu merupakan ritual skala besar yang paling penting bagi Suku Korowai, yang berfokus pada kesuburan dan kemakmuran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 04:50