Pramono Jelaskan Alasan Proses Seleksi Sekda DKI Tidak Dibuat Heboh

2026-01-11 22:35:01
Pramono Jelaskan Alasan Proses Seleksi Sekda DKI Tidak Dibuat Heboh
JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta berjalan sesuai ketentuan meski tidak diumumkan secara luas kepada publik.Ia menyebutkan, seluruh tahapan tetap dijalankan lengkap, mulai dari penyaringan awal hingga penetapan tiga nama kandidat.Pramono menjelaskan, proses seleksi sengaja tidak dibuat ramai karena ia ingin lebih fokus mencari calon terbaik ketimbang memunculkan polemik di ruang publik.Baca juga: Tunjuk Uus Kuswanto Jadi Sekda DKI, Pramono: Tidak Ada Lobi yang Pengaruhi Keputusan Saya"Jadi awalnya 10 orang menjadi tiga orang juga ada. Tetapi, memang dalam hal begini saya berkeinginan proses itu jangan terlalu heboh lah, yang paling penting memilih orang yang terbaik,” ujar Pramono usai melantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI di Balai Kota Jakarta, Senin .Menurut Pramono, seleksi Sekda dilakukan melalui mekanisme kombinasi antara seleksi terbuka dan manajemen talenta. Pengalamannya sebagai Sekretaris Kabinet selama satu dekade membuatnya memahami secara detail tata aturan dalam proses tersebut.“Jadi proses itu dijalani secara penuh, ada manajemen talenta yang kami manfaatkan, karena saya 10 tahun sebagai Sekretaris TPA sehingga saya tahu bagaimana peraturan ini dijalankan,” kata dia.Pramono menegaskan keputusan memilih Uus Kuswanto didasarkan pada rekam jejak serta kapasitas administrasi yang dinilai mumpuni.“Kenapa kemudian pilihannya kepada Pak Uus? Saya melihat rekam jejak, dan saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat,” ujar Pramono.Ia menambahkan, pengalaman 25 tahun bekerja di pemerintahan pusat membuatnya cukup memahami karakter pejabat yang dibutuhkan untuk memperkuat birokrasi Pemprov DKI. Baca juga: Pelantikan Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto Digelar Tertutup, Ada Apa?“Karena untuk substansi dan sebagainya tentunya dengan pengalaman panjang saya sebagai orang yang bekerja di Pemerintah Pusat 25 tahun, saya tahu apa yang saya butuhkan,” ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler