Gelar RUPSLB, BRI Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Kinerja Tahun 2026

2026-01-12 06:53:54
Gelar RUPSLB, BRI Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Kinerja Tahun 2026
– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu .Rapat yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI itu menyetujui tiga mata acara rapat, yakni perubahan anggaran dasar perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan pengurus perseroan.Dalam agenda pertama, RUPSLB menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka penyesuaian dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku.Perubahan tersebut mencakup penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, termasuk pengaturan mengenai hak-hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.Selain itu, perubahan anggaran dasar juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada dewan komisaris dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya.Pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan sebagaimana telah ditetapkan sehingga susunan Direksi dan Komisaris perseroan menjadi sebagai berikut:Dewan KomisarisKomisaris UtamaKartika WirjoatmodjoWakil Komisaris Utama / Komisaris IndependenParman NataatmadjaKomisarisHelvi Yuni MorazaKomisarisAwan Nurmawan NuhKomisaris IndependenLukmanul KhakimKomisaris IndependenEdi Susianto*Anggota Dewan Komisaris yang diangkat baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.DireksiDirektur UtamaHery GunardiWakil Direktur UtamaViviana Dyah Ayu Retno Kumalasari*Direktur MicroAkhmad PurwakajayaDirektur Commercial BankingAlexander Dippo Paris Y.SDirektur Treasury and International BankingFarida ThamrinDirektur Corporate BankingRiko TasmayaDirektur Network and Retail FundingAquarius RudiantoDirektur Information TechnologySaladin Dharma Nugraha EffendiDirektur OperationsHakim PutratamaDirektur Legal and ComplianceMahdi Yusuf*Direktur Manajemen RisikoEty Yuniarti*Direktur Finance and StrategyAchmad Royadi*Direktur Consumer BankingAris Hartanto**Anggota Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari OJK dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, kinerja perseroan menunjukkan tren yang konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid.Pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan dapat berada di kisaran guidance 2025 perusahaan dengan tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik. Sementara, kualitas aset diperkirakan tetap berada pada level yang terkendali.BRI mencatatkan kinerja keuangan yang terjaga hingga triwulan 2025 ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta pengelolaan risiko yang pruden.Dok. BRI Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang membahas penguatan tata kelola dan arah kinerja perseroan 2026.Secara konsolidasian, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 2.123 triliun. Performa ini didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,26 persen secara tahunan (year on year/yoy).Dari sisi pendanaan, perseroan mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.475 triliun, tumbuh 8,25 persen yoy.Sebagian besar DPK terbentuk dari dana murah (giro dan tabungan) dengan komposisi 67,7 persen sehingga mendukung efisiensi biaya dana perseroan.Kualitas aset perseroan tetap terjaga yang tecermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang berada pada level 3,1 persen.NPL coverage mencapai 183,1 persen yang mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam mengelola risiko kredit di tengah dinamika perekonomian.Dari sisi funding, struktur DPK diproyeksikan masih ditopang oleh dana murah dengan rasio current account and saving account (CASA). Rasio ini mendukung efisiensi biaya dana secara berkelanjutan, sementara profitabilitas diperkirakan tetap terjaga sejalan dengan kinerja aset.Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 41,23 triliun. Capaian ini didukung oleh return on asset (ROA) sebesar 2,7 persen dan return on equity (ROE) sebesar 17,0 persen.Sementara itu, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen.Permodalan yang kuat ini memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang."Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp 41,23 triliun, didukung oleh capaian ROA sebesar 2,7 persen dan ROE sebesar 17,0 persen," ujar Hery dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu..Hery menambahkan, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen. Permodalan yang kuat ini memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang."Sementara itu, tingkat permodalan perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi dan bank only masing-masing sebesar 25,4 persen dan 23,0 persen yang memberikan ruang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang," terangnya.


(prf/ega)