JAKARTA, - Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif di tengah era digital yang penuh disrupsi.Menurutnya, pemimpin tidak hanya dituntut unggul secara akademis, namun juga mampu beradaptasi secara sosial dan profesional.Hal itu disampaikan Hardianto dalam kuliah umum bertajuk “Lead with Actions: Kepemimpinan Adaptif dan Tangguh di Industri Nyata” yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu .“Kepemimpinan bukan hanya soal posisi atau titel, namun tentang bagaimana seseorang mampu memberi arah dan makna di tengah perubahan. Pemimpin itu tidak hanya berbicara tentang visi, tetapi juga menunjukkan langkah konkret yang menginspirasi orang lain untuk ikut bergerak,” ujar Hardianto dikutip dalam dalam keterangannya, Kamis .Baca juga: Bappenas: Pendekatan Risiko Jadi Kunci Adaptasi Kebijakan PembangunanPada kesempatan itu Hardianto turut membagikan perjalanan panjang Garudafood, perusahaan asli Indonesia yang bermula dari bisnis keluarga di Pati, Jawa Tengah, hingga menjadi salah satu perusahaan publik terkemuka di Indonesia.Di bawah kepemimpinannya, Garudafood mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang konsisten dan sehat hingga menembus lebih dari Rp 12 triliun pada tahun fiskal 2024.Menurut dia, pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi “open platform and collaboration”, dengan semangat inovasi yang tidak hanya menyentuh pengembangan produk, namun juga proses bisnis dan sistem operasional secara menyeluruh.Garudafood juga terus mempercepat transformasi digital dan menerapkan teknologi tepat guna untuk memperkuat efisiensi, ketepatan proses, dan daya saing perusahaan di pasar yang kian kompetitif.Dalam proses tersebut, perusahaan berkomitmen menjaga tata kelola yang baik (good corporate governance), mengedepankan praktik bisnis berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal maupun internasional.“Di balik keberhasilan Garudafood, manusia menjadi elemen utama. Melalui konsep Mindful People, kami berupaya membentuk individu yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai keberlanjutan,” jelasnya.Hardianto menjelaskan bahwa Garudafood mengusung strategi berorientasi konsumen yang dirumuskan melalui prinsip 3B, 3G, dan 3V. Ketiga prinsip ini dirancang saling berkaitan dan menjadi landasan perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.Prinsip 3B meliputi best brand, best value, dan best network, yang menjadi dasar terciptanya pertumbuhan bisnis yang sehat. Sementara itu, prinsip 3G memastikan peningkatan (growth) arus kas, laba, dan penjualan.Untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang, Garudafood menyeimbangkan prinsip 3B dan 3G dengan prinsip 3V. Prinsip 3V menekankan environment & social value, employee value, dan shareholder value.Baca juga: Garudafood (GOOD) Bakal Bagikan Dividen Tunai Rp 350,33 Miliar
(prf/ega)
Bos Garudafood: Kepemimpinan Bukan Hanya soal Posisi...
2026-01-12 03:49:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:50
| 2026-01-12 03:09
| 2026-01-12 02:57
| 2026-01-12 02:45
| 2026-01-12 02:15










































