- Setiap kali muncul laporan gempa, banjir, atau angin kencang di media sosial, perhatian publik langsung meningkat.Tingginya frekuensi bencana belakangan ini seperti banjir bandang dan tanah longsor membuat topik bencana ramai di media sosial. Dengan kondisi di Indonesia, masyarakat perlu memahami perbedaan jenis-jenis bencana.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri telah membagi berbagai jenis bencana menjadi klasifikasi tertentu. Baca juga: Apa Bedanya Status Tanggap Darurat Bencana dan Bencana Nasional?Berdasarkan laman resmi BNPB, pembagian jenis bencana mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.Dalam aturan tersebut tercantum kalimat berbynyi, "Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat...” yang disebabkan oleh alam, nonalam, atau manusia.Klasifikasi ini bertujuan mempermudah identifikasi ancaman, pengelolaan data, dan perencanaan penanggulangan bencana.Dari dasar hukum inilah tiga jenis bencana ditetapkan menjadii bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.Baca juga: Apa Itu Bencana Hidrometeorologi? Pengertian, Penyebab, Jenis, dan DampaknyaBencana alam mencakup gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, gelombang pasang, dan abrasi.Banyak dari kejadian ini muncul tiba-tiba dan langsung menjadi perhatian di media sosial karena berdampak pada masyarakat secara luas.BNPB menjelaskan bahwa Indonesia berada di zona rawan bencana geologi karena terletak di antara empat lempeng tektonik serta dilalui sabuk vulkanik.Kondisi tersebut membuat gempa dan tsunami terjadi lebih sering dibanding banyak negara lain.Dilansir dari laman BPBD Buleleng, iklim tropis dengan dua musim memicu bahaya hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan, terutama di kawasan dengan kerentanan lingkungan tinggi.Baca juga: 8 Akibat Terjadinya Erosi Tanah: Kesuburan Hilang, Bencana DatangKategori bencana nonalam artinya sebuah kejadian tidak bersumber dari proses alam.BNPB memasukkan epidemi, wabah penyakit, gagal teknologi, gagal modernisasi, dan Kejadian Luar Biasa (KLB) ke dalam kelompok ini.Selain itu, kecelakaan transportasi dan kecelakaan industri yang dapat menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat juga termasuk dalam kategori ini. Ancaman bencana nonalam sering muncul dari dua sumber utama yakni bahaya biologi dan bahaya teknologi.Bahaya biologi terkait penyebaran penyakit atau wabah, sementara bahaya teknologi berasal dari kegagalan alat, sistem, atau proses kerja.Dalam konteks pembelajaran, kategori bencana ini membantu siswa memahami bahwa kualitas layanan kesehatan, keamanan teknologi, dan keselamatan kerja berperan besar dalam mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.Semakin baik sistem tersebut bekerja, semakin kecil risiko terjadinya bencana nonalam.Bencana sosial terjadi akibat aktivitas manusia yang menyebabkan gangguan keamanan atau kerusakan sosial.BNPB menyertakan konflik sosial, aksi teror, dan sabotase sebagai bagian dari kategori ini.Perbedaan konflik sosial teror dan sabotase sebagai bencana sosial dapat dilihat dari motif pelaku, bentuk tindakan, serta target gangguannya.Kategori ini mengingatkan bahwa risiko bencana tidak hanya datang dari alam atau teknologi, tetapi juga dari ketegangan sosial dan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban dan kerusakan fasilitas publik.Baca juga: 8 Akibat Terjadinya Erosi Tanah: Kesuburan Hilang, Bencana DatangBerdasarkan penjelasan BNPB, risiko bencana terbentuk ketika bahaya (hazard) bertemu dengan kerentanan masyarakat dan kapasitas yang rendah.Hazard meliputi bahaya geologi, hidrometeorologi, biologi, teknologi, dan penurunan kualitas lingkungan.Selain itu, kerusakan lingkungan memperkuat risiko ini. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan degradasi lingkungan menyebabkan banjir dan longsor lebih sering terjadi.Selain itu, BNPB mencatat bahwa beberapa wilayah seperti pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi merupakan kawasan paling rawan tsunami berdasarkan catatan sejarah.
(prf/ega)
Mengenal Jenis-jenis Bencana di Indonesia Menurut BNPB
2026-01-12 22:06:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:10
| 2026-01-12 20:54
| 2026-01-12 20:43
| 2026-01-12 20:30
| 2026-01-12 19:59










































