Chef Internasional Pulang Kampung, SPPG Gambarsari Siap Bikin Menu MBG Standar Hotel Bintang Lima

2026-01-12 05:58:51
Chef Internasional Pulang Kampung, SPPG Gambarsari Siap Bikin Menu MBG Standar Hotel Bintang Lima
BANYUMAS, - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gambarsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat terobosan dengan menghadirkan chef kelas internasional.Selain itu, dapur makan bergizi gratis (MBG) ini juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk memastikan mutu, rasa, dan keamanan makanan bagi para siswa dan penerima manfaat lainnya.Pemilik SPPG Gambarsari, Suharjono, mengatakan bahwa ia sengaja menggandeng seorang chef profesional agar kualitas hidangan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga higienitas dan standar rasa yang tinggi."Fasilitas di sini mungkin lebih lengkap dibanding dapur MBG lain. Beberapa peralatan kelas bintang lima juga sedang kami datangkan atas permintaan chef," kata Suharjono saat peluncuran SPPG Gambarsari, Senin .Baca juga: Berapa Gaji Ahli Gizi SPPG?Suharjono juga mengatakan bahwa SPPG tersebut disiapkan sebagai pusat peningkatan kapasitas bagi UMKM kuliner lokal."Kami tugaskan chef untuk membina UMKM, terutama yang bikin snack. Nanti mereka kursus di sini dengan standar hotel bintang lima. Meskipun makanannya murah, rasanya harus seperti hidangan hotel," ujar Suharjono.Setelah produk UMKM memenuhi standar rasa dan kebersihan, hasilnya akan dipertimbangkan untuk masuk sebagai menu konsumsi rutin bagi anak-anak penerima program.Saat ini, dapur tersebut melayani tiga desa, yaitu Gambarsari, Tumiyang, dan Mandirancan.Adapun penerima manfaatnya mencakup anak TK, SD, SMP, hingga kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita, dengan jumlah total sekitar 1.800 orang.Chef SPPG Gambarsari, Budi Haryanto, mengaku memilih pulang ke kampung halaman karena terpanggil untuk ikut menyukseskan program MBG dan sekaligus lebih dekat dengan keluarga."Pertama saya penasaran dengan menu-program MBG ini, dan saya ingin ikut melayani sesuai program pemerintah. Kedua, saya ingin lebih dekat dengan keluarga," ujar pria asli Banjarnegara ini.Baca juga: “Cuma Lihat di TikTok”: Murid SD di Laut Perbatasan Filipina Berharap Bisa Nikmati MBGChef Budi bukan sosok baru di dunia kuliner profesional.Ia menghabiskan 16 tahun bekerja di kapal pesiar sebelum kembali ke Indonesia dan bergabung dengan beberapa hotel bintang lima di Bali dan Jakarta.Ia juga pernah menjadi pengembang restoran di daerah Tegal dan Pekalongan sebelum akhirnya memilih pulang ke Banjarnegara.Dengan latar belakang internasional itu, ia membawa standar tinggi dalam penyusunan menu dan tata kelola dapur.Menurutnya, menu MBG dirancang variatif dan tetap sesuai pedoman gizi yang ditetapkan pemerintah."Menunya variatif, ada komponen hewani, nabati, sayur. Saya kombinasikan dengan pengalaman saya, dari Chinese food, Japanese, Nusantara, sampai sedikit Western. Dalam sepekan menunya berbeda-beda," jelas Budi.


(prf/ega)