JAKARTA, - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengatakan, kasus bullying atau perundungan yang marak terjadi, khususnya di sekolah, telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto.Wihaji menyatakan, pemerintah akan serius dalam menindaklanjuti kasus bullying ini.Hal tersebut disampaikan Wihaji usai dipanggil Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa ."Insya Allah kita turun tangan karena ini sudah di-statement-kan juga oleh Bapak Presiden. Kita seriusi. Dan ini sangat penting. Terus kita edukasi bahwa bullying apapun alasannya tidak boleh," ujar Wihaji.Baca juga: Prabowo Panggil Erick Thohir, Wamenhan, hingga Mendukbangga ke IstanaWihaji mengatakan, salah satu tugas Kemendukbangga adalah edukasi.Dia kembali menekankan bahwa tindakan bullying tidak boleh dilakukan, apapun alasannya."Apapun sebabnya. Siapapun orangnya. Yang mem-bully maupun yang di-bully. Sudah saya sampaikan bahwa ini tidak boleh. Apapun alasannya. Kita edukasi karena begini," ujar dia.Wihaji menyebut, kementeriannya memiliki direktorat yang khusus mengedukasi keluarga."Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Tentu tugas kita kementerian, kita ada beberapa direktorat yang berkenan dengan bina keluarga. Termasuk bina keluarga remaja, bina ketahanan keluarga yang intinya adalah mengedukasi," imbuh Wihaji.Diketahui, baru-baru ini kembali terjadi kasus bullying yang merenggut nyawa anak sekolah.MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan yang diduga menjadi korban perundungan sejak awal masuk sekolah, meninggal dunia di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi.Ia wafat setelah hampir sebulan berjuang melawan luka serius di kepala yang diduga akibat dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya.Kisah pilu MH disebut telah berlangsung sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).Baca juga: Ibu Hamil Meninggal di Papua: Perintah Prabowo, Kemenkes Investigasi, dan SanksiIbunya, Y (38), mengatakan, anaknya mulai mendapat perlakuan kasar sejak hari-hari pertama sekolah.“Awal dari MPLS udah kena juga dia, ditabokin sampai tiga kali,” kata Y, saat ditemui Kompas.com, Senin .
(prf/ega)
Marak Kasus Bullying Sampai Terdengar Prabowo, Pemerintah: Apapun Alasannya Tidak Boleh
2026-01-12 03:38:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:47
| 2026-01-12 03:37
| 2026-01-12 02:34










































