MATARAM, - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diwarnai aksi demo dari 518 honorer Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) per 31 Desember 2025.Memakai pakaian hitam dan membawa spanduk bertuliskan "Penolakan PHK", aksi demonstrasi digelar di simpang empat Kantor Gubernur NTB, Rabu .Massa aksi juga menyampaikan orasi di jalan, saat rangkaian peringatan HUT ke-67 NTB digelar di halaman kantor Gubernur.Mereka menuntut kepastian status kepegawaian dan menolak dirumahkan."Selamat hari ulang tahun kepada Provinsi NTB. Di tengah hari kebahagiaan perayaan ulang tahun ini, kami berharap ada kebijakan yang berpihak kepada honorer 518 atas rencana pemerintah provinsi yang hari ini akan mem-PHK kami," kata Irfan, Koordinator Aliansi Honorer 518, Rabu malam.Baca juga: Komnas Perempuan Sebut 6.618 Kasus Kekerasan di NTB: Pelecehan Hingga Perkawinan AnakIrfan berharap, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bisa kembali mengakomodir 518 honorer yang selama ini mengabdi di Pemprov NTB."Pada momentum ulang tahun Provinsi NTB ke-67, kami berharap ada kebijakan Gubernur NTB yang kembali mengakomodir kami honorer 518 sebagai abdi provinsi," ujarnya.Massa aksi sempat ditemui oleh Sekda Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTB, Tri Budiprayitno, untuk mediasi. Namun, massa ingin bertemu langsung dengan Gubernur NTB.KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM HUT NTB ke 67 Diwarnai Aksi Demo 518 Honorer yang Menolak DirumahkanDalam aksi tersebut, massa juga membawa tumpeng, kue ulang tahun, dan selendang tenun yang akan dihadiahkan kepada Gubernur NTB.Massa aksi lalu dipersilahkan masuk ke ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB untuk melakukan mediasi, sekitar pukul 19.00 Wita.Setelah menunggu selama tiga jam, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, menemui massa aksi.Mediasi diawali dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Namun, mediasi dilanjutkan secara tertutup.Baca juga: Gubernur NTB: Pembangunan Jalan Bypass Lembar-Kayangan Dimulai 2027Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat dikonfirmasi mengatakan bahwa putusan merumahkan 518 pegawai honorer ini bukan sesuatu yang ringan baginya.Selama 10 bulan dilantik menjadi Gubernur NTB, dia menyebut, keputusan ini sudah diambil dan berlaku."Dan kami sudah berusaha selama sembilan bulan untuk mencari jalan keluar kalaupun ada lubang sekecil apa pun yang bisa digunakan untuk menyelamatkan teman-teman itu kami pasti akan lakukan," kata Iqbal.Dia bahkan mengaku sudah berulang kali menemui pejabat-pejabat di pusat, tetapi tidak ada peluang."Ini adalah keputusan yang sifatnya nasional maka kita harus mengakhiri kontraknya di tanggal 31 Desember 2025," ujar Iqbal.Baca juga: Warga Panik Ada Fenomena Gunung Menangis di Lombok, ESDM NTB: Akan Berangsur Menghilang
(prf/ega)
HUT Ke-67 NTB Diwarnai Aksi Demo 518 Honorer yang Menolak Di-PHK, Ini Respons Gubernur NTB
2026-01-12 06:38:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:52
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 04:56










































