Pramono Resmikan Gereja HKBP Pondok Kelapa, Izin Rampung Usai 35 Tahun

2026-02-01 21:24:27
Pramono Resmikan Gereja HKBP Pondok Kelapa, Izin Rampung Usai 35 Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gereja Kristen Batak Protestan (HKBP) Ressort Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Gereja tersebut akhirnya berdiri dan resmi digunakan setelah melalui proses perizinan panjang hingga 35 tahun.Pramono mengatakan pembangunan gereja itu dimulai pada April 2025 dan rampung pada November 2025. Meski proses fisik pembangunan relatif singkat, perjalanan perizinan untuk bisa memiliki rumah ibadah tetap memakan waktu puluhan tahun."Gereja ini dalam proses perizinannya memakan waktu 35 tahun untuk bisa menjadi tempat beribadah dan berpindah-pindah. Alhamdulillah, hari ini selesai dan diresmikan," kata Pramono di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2025).Pramono mengaku bersyukur dan senang atas terselesaikannya pembangunan Gereja HKBP Pondok Kelapa. Ia berharap peresmian ini menjadi cermin bahwa kehidupan beragama dan penguatan rohani umat di Jakarta ke depan bisa berjalan lebih mudah."Mudah-mudahan ini menjadi simbol dari kerukunan umat beragama yang ada di Jakarta," ujarnya.Menurut Pramono, panjangnya proses perizinan rumah ibadah tak lepas dari mekanisme yang berjenjang dan rumit, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga akhirnya ke tingkat gubernur."Kalau ada yang tidak setuju, prosesnya kemudian tidak berjalan. Ini yang memang harus diperbaiki dan menjadi PR bersama FKUB yang baru," jelasnya.Ia pun berharap ke depan tidak ada lagi rumah ibadah yang harus menunggu hingga puluhan tahun hanya untuk mendapatkan izin. Gereja HKBP Pondok Kelapa, yang baru diresmikan itu juga diharapkan menjadi role model kerukunan umat beragama di ibu kota.Di sisi lain, Pramono juga menegaskan pentingnya pembangunan rohani seiring dengan pembangunan fisik Jakarta yang tengah diarahkan menjadi kota global. Ia menyebut kemajuan Jakarta di sektor transportasi dan indeks kota global tidak akan berarti tanpa penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan."Pembangunan fisik tidak ada artinya kalau pembangunan rohani tidak menjadi penguat masyarakat," ucapnya.Pramono pun mengatakan akan terus hadir dan mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama di Jakarta. Ia berharap Gereja HKBP Pondok Kelapa dapat menjadi sumber penguatan rohani bagi jemaat sekaligus simbol toleransi di ibu kota."Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Gedung Gereja HKBP Pondok Kelapa Jakarta Timur dengan ini saya nyatakan diresmikan," tutup Pramono.Lihat juga Video 'Pramono Buka Christmas Carol Colossal, Ajak Doakan Korban Terra Drone':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-01 19:47