Di Balik Kobaran Api Pasar Induk Kramat Jati yang Hanguskan 350 Lapak...

2026-01-13 06:57:55
Di Balik Kobaran Api Pasar Induk Kramat Jati yang Hanguskan 350 Lapak...
JAKARTA, – Kebakaran melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi.Dua ledakan terdengar, memicu kepanikan pedagang dan warga di saat perisitwa itu terjadi.Asap hitam membubung tinggi, sementara api oranye menjalar di bangunan los semi permanen.Material kayu yang menumpuk diduga mempercepat penyebaran api.Baca juga: Pedagang Pepaya Ngaku Rugi Rp 300 Juta akibat Kebakaran Pasar Induk Kramat JatiKepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, mengatakan 95 personel dan 19 unit kendaraan pemadam, termasuk dua robot, dikerahkan untuk memadamkan api."Dugaan sementara (listrik). Nanti biar dari pihak kepolisian yang memastikan penyebabnya, apakah listrik, puntung rokok, atau sebagainya. Kira-kira seperti itu," ujar Muchtar di lokasi, Senin.Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, memastikan 350 los buah terbakar."Ini total di sekitar 350. Tidak ada korban jiwa, terkait masalah penyebab kebakaran masih dalam penyidikan," kata Agus.Perumda Pasar Jaya menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi pedagang terdampak, sebagai langkah penanganan awal."Insya Allah tiga hari ke depan tempat penampungan pedagang ini sudah bisa dipergunakan oleh para pedagang," ucapnya.Baca juga: Pramono Pastikan Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Tak Ganggu Pasokan PanganSementara itu, Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyebut kerugian hampir Rp 10 miliar, termasuk bangunan dan barang dagangan."Nah, kalau kerugian kalau bisa kita kasat mata ya, itu lebih kurang hampir Rp 10 miliar kira-kira begitu. Dari total keseluruhan ya, baik dari struktur bangunannya terus kemudian sama barang dagangannya," ujarnya.Agus juga memastikan pedagang akan menerima bantuan dari Pemprov DKI, meski besaran belum ditentukan.Febryan Kevin/Kompas.com Los Pepaya di Pasar Induk Kramat Jati kebakaran, Senin Par (60), pedagang buah, kehilangan seluruh tabungannya sekitar Rp 5 juta yang disisihkan untuk anak yatim.Ia menaruh uang di kaleng dan di bawah kasur karena tidak memahami prosedur bank."Hangus semua, kalau yang di bawah kasur juga enggak ketahuan berapanya. Kemarin (tabungan) itu untuk anak yatim itu yang di kaleng," ujarnya.Baca juga: Pramono: Kerugian Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ditanggung AsuransiPedagang lain, Edi mengemukakan, api diduga berasal dari toko plastik dekat los buahnya.Para pedagang sempat mencoba memadamkan api dengan APAR, namun kobaran cepat membesar."Ya, menanggulangi kan punya kami sendiri. Nyelamatin apa, anak-anak yang tidur di atas pun ada, ibu saya juga ada kan. Lah, motor saya juga diselamatin, enggak tahu yang nyelamatin siapa juga," kata Edi.


(prf/ega)