Cara Hemat Token Listrik Rp 100.000 agar Tahan hingga 49 Hari untuk Anak Kos

2026-01-12 04:46:57
Cara Hemat Token Listrik Rp 100.000 agar Tahan hingga 49 Hari untuk Anak Kos
- Pelanggan PLN dapat membeli token listrik dengan nominal beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 1 juta.Kebutuhan listrik setiap pelanggan pun berbeda, tergantung pada daya volt ampere (VA) yang terpasang.Bagi penghuni kos atau anak kos, penghematan listrik menjadi hal penting agar pengeluaran bulanan tetap terkendali.Salah satu nominal token yang kerap dibeli adalah Rp 100.000. Namun, tidak jarang token dengan nominal tersebut terasa cepat habis.Sebagai informasi, pelanggan prabayar membeli token listrik yang kemudian dimasukkan ke meteran dan dikonversikan menjadi satuan kilowatt hour (kWh).Lantas, bagaimana cara menghemat token listrik Rp 100.000 agar bisa digunakan lebih lama oleh anak kos?Baca juga: Rice Cooker, Panci Listrik, atau Kompor Listrik, Mana Lebih Boros Listrik?Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, mengatakan ada sejumlah cara menghemat penggunaan listrik di kos tanpa harus mengurangi kenyamanan maupun aktivitas sehari-hari.“Anak kos dengan beban pemakaian standar setiap hari membutuhkan sekitar 1,45 kWh,” ujar Toto saat dimintai pandangan Kompas.com, Sabtu .Sebagai contoh, sebuah kos memiliki daya 900 VA di wilayah Jakarta. Tarif dasar listrik per Desember 2025 untuk golongan tersebut tercatat sebesar Rp 1.352 per kWh.Selain itu, setiap pembelian token juga dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 2,4 persen. Dengan demikian, token listrik Rp 100.000 akan menghasilkan sekitar 72,19 kWh.Berikut perhitungannya:Dengan konsumsi rata-rata 1,45 kWh per hari, token listrik Rp 100.000 dapat digunakan selama kurang lebih 49 hari.Salah satu langkah paling sederhana untuk menghemat listrik adalah mengubah kebiasaan penggunaan peralatan elektronik.“Prinsip dasar penghematan energi adalah mematikan utilitas atau peralatan yang tidak digunakan,” kata Toto.Ia mencontohkan kipas angin yang sering dibiarkan menyala meski penghuni kos sedang pergi. Kebiasaan kecil seperti ini dapat membuat token listrik lebih cepat habis.Baca juga: Salah Beli Token Listrik Bisa Dapat Refund? Ini Jawaban PLN


(prf/ega)