Rumah Retak dan Tanah Amblas, 5 Keluarga di Wonosobo Terpaksa Mengungsi

2026-01-11 23:23:04
Rumah Retak dan Tanah Amblas, 5 Keluarga di Wonosobo Terpaksa Mengungsi
WONOSOBO, — Sebanyak lima kepala keluarga (KK) di Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat setelah bencana gerakan tanah merusak permukiman mereka.Pengungsian ini dilakukan karena kondisi rumah dinilai tidak lagi aman untuk dihuni, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, menjelaskan bahwa bencana gerakan tanah terbaru terjadi pada 21 Oktober 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.Baca juga: Tanah Bergerak di Kebumen Capai 89 Hektar, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak HujanHujan dengan intensitas tinggi memicu pergeseran tanah yang menyebabkan retakan pada dinding rumah, lantai amblas, serta kemiringan bangunan di Dusun Purwo dan Dusun Krandegan."Sementara ini ada 5 KK yang mengungsi akibat tanah bergerak di Wonosobo," kata Sumekto pada Minggu .Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, lima KK memilih meninggalkan rumah mereka dan mengungsi secara mandiri ke tempat kerabat terdekat.Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghindari risiko yang lebih besar apabila terjadi pergerakan tanah susulan.Sumekto juga menambahkan bahwa wilayah Kaliwiro merupakan kawasan rawan tanah gerak yang telah terdampak berulang kali sejak tahun 2000.“Gerakan tanah di wilayah ini hampir terjadi setiap musim hujan. Karena itu, warga yang rumahnya sudah mengalami kerusakan berat kami imbau untuk tidak bertahan dan segera mengungsi,” ujarnya.Baca juga: Tanah Bergerak di Kebumen Meluas hingga 89 Hektar, Puluhan Rumah Berisiko TerdampakSelain lima KK yang mengungsi, puluhan rumah lainnya tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.Di Dusun Purwo, enam rumah mengalami rusak berat dan 39 rumah masuk kategori terancam.Sementara di Dusun Krandegan, terdapat 13 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan 27 rumah rusak ringan, serta 50 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.Bencana ini juga berdampak pada infrastruktur dan fasilitas umum.Jalan desa mengalami kerusakan parah sepanjang 200 meter, jalan kabupaten rusak sepanjang 100 meter, serta talud jalan kabupaten sepanjang 20 meter. "Ada satu tempat ibadah di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang," kata Sumekto.BPBD Kabupaten Wonosobo bersama perangkat desa telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.Baca juga: Bencana Tanah Bergerak Landa Wonosobo, 19 Rumah Rusak ParahWarga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari 30 menit.Saat ini, BPBD masih melakukan pendataan ulang untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan.Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).


(prf/ega)