Tokoh Adat ke Polda Banten, Minta Pelaku Begal terhadap Warga Baduy Ditangkap

2026-01-16 09:11:53
Tokoh Adat ke Polda Banten, Minta Pelaku Begal terhadap Warga Baduy Ditangkap
Sejumlah tokoh adat dan masyarakat Baduy mengunjungi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten. Dalam kunjungan itu, mereka meminta agar pelaku pembegalan terhadap warga Baduy segera ditangkap."Kami meminta segera ditangkap (pelakunya)," kata Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah Baduy, Oom, kepada detikcom, Selasa (2/12/2025).Oom menyatakan kunjunganya itu merupakan tindak lanjut atas aksi pembegalan yang menimpa Repan (16), warga Baduy Dalam, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada bulan lalu. Menurutnya, perwakilan dari Dirkrimum Polda Banten mengatensi kasus ini."Alhamdulillah diatensi," ungkapnya.Oom mengatakan kedatangan warga Baduy juga meminta konfirmasi dan kejelasan terkait perkembangan kasus. Sebab, menurutnya, kasus ini belum ada perkembangan, padahal sudah hampir satu bulan."Belum ada info lagi soal kasus ini," ucapnya.Diketahui sebelumnya, warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pencurian dengan kekerasan di kawasan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban kehilangan uang Rp 3 juta dan 10 botol madu dagangannya.Berdasarkan laporan polisi yang diterima detikcom, peristiwa ini terjadi pada Minggu (26/10) saat korban sedang berjualan madu dan aksesori khas Baduy. Namun saat itu ada empat orang yang mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam tiba-tiba menghadang korban.Polisi telah menangani kasus ini. Polisi mengatakan pelaku masih dalam tahap pengejaran."Pelaku masih dalam pengejaran dan polisi terus memburu pelaku dengan upaya maksimal. Petugas kepolisian bekerja keras untuk menyelidiki kasus tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Rabu (12/11). Tonton juga video "Respons Menkes soal Warga Baduy Korban Begal Sempat Ditolak Rumah Sakit"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 08:16