Cerita dari Brebes, Sinergi di Balik Makan Bergizi Gratis untuk 500.000 Jiwa

2026-01-13 07:17:06
Cerita dari Brebes, Sinergi di Balik Makan Bergizi Gratis untuk 500.000 Jiwa
BREBES, – Dari dapur-dapur di berbagai sudut Kabupaten Brebes, aroma masakan menyeruak sejak pagi. Para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sibuk menyiapkan menu harian, menakar nasi, mengukus sayur, dan memastikan lauk tersaji sesuai takaran gizi.Di balik kesibukan itu, ada kerja besar untuk mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Brebes menjadi salah satu daerah dengan target penerima manfaat tertinggi di Jawa Tengah, yakni sekitar 500.000 jiwa yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.“Keamanan pangan adalah kewajiban. Namun, tujuan utama BGN seyogyanya adalah meningkatkan status gizi penerima manfaat. Tidak ada lagi stunting, gizi buruk, atau gizi kurang di Brebes,” ujar Koordinator Wilayah BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho, Kamis .Baca juga: MBG Ubah Nasib Nelayan Kaur: Ikan Kami Kini Laku, Tak Ada Lagi yang TerbuangHingga kini, terdapat 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Brebes. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 172 dapur.Lebih dari 3.400 penjamah makanan telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bersertifikat yang digelar BGN bersama Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda).Sertifikasi tersebut menjadi syarat untuk memperoleh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur penyedia makanan MBG. Melalui pelatihan tersebut, para penjamah pangan dibekali praktik pengolahan makanan yang aman, bersih, dan bergizi.“Kami berkomitmen, pelatihan ini bukan sekadar teori. Yang penting, implementasi di lapangan, agar keamanan pangan benar-benar diterapkan di setiap dapur SPPG,” kata Programmer Tempat Pengelolaan Pangan Dinas Kesehatan Daerah Brebes Dhian Irawati.Baca juga: Lima Prinsip Keamanan Pangan BGN Jadi Panduan Program Makan Bergizi GratisDinas Kesehatan juga melakukan pengawasan rutin bersama Puskesmas untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga dan tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan di wilayah Brebes.Arya menambahkan, hingga kini Brebes belum pernah mengalami KLB terkait pangan.“Kami bersyukur sinergi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas MBG berjalan baik. Semua pihak saling mendukung agar program ini benar-benar aman dan berkelanjutan,” ujarnya.Beberapa waktu lalu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah, Buyung Wiramo Samudro, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur SPPG.Baca juga: BPKP Sidak Dapur hingga Buntuti Distribusi MBG di Brebes, Ini TujuannyaSalah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Yayasan Medina Harmony Nusantara di Jalan Taman Siswa Brebes.Rombongan meninjau gudang logistik, ruang pengolahan makanan, hingga area penyajian. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap saluran pembuangan limbah dan pengelolaan sampah.“Melihat secara menyeluruh, tidak hanya keuangannya, tapi juga operasionalnya. Hasil pengamatan sekilas, pelaksanaan SPPG relatif lebih baik,” kata Buyung.Ia menambahkan, setiap dapur yang diceknya telah memiliki ahli gizi yang menentukan menu sehat dan porsi tepat.


(prf/ega)

Berita Lainnya