- Hubungan antara mertua dan menantu kerap diwarnai dinamika emosional yang kompleks. Niat baik yang disampaikan dengan cara keliru bisa berubah menjadi konflik berkepanjangan. Menurut psikolog dan pakar hubungan Dr. Tracy Dalgleish, banyak masalah keluarga justru berawal dari kalimat-kalimat yang terdengar sepele, tetapi bersifat toxic.“Dari ratusan pasangan yang saya tangani dalam terapi, ada pola berulang dari hal-hal yang diucapkan dan tanpa disadari melukai hubungan antara orangtua dan anak dewasa atau menantu,” ujar Dalgleish, disadur dari Parade, Kamis .Baca juga: Apa Dampak Orangtua yang Toxic Bagi Anak hingga Dewasa?Ada apa saja? Berikut tujuh kalimat toxic mertua yang sebaiknya dihindari.Kalimat toxic ini sering muncul setelah mertua melewati batas, seperti datang tanpa memberi tahu atau memberi nasihat tanpa diminta. Menurut Dalgleish, kalimat ini meniadakan dampak emosional yang dirasakan menantu.“Pernyataan ini berfokus pada niat, bukan dampak, sehingga pengalaman menantu menjadi tidak diakui,” jelasnya. Akibatnya, menantu bisa merasa perasaannya dianggap berlebihan dan tidak divalidasi dengan baik.Ucapan toxic ini mencerminkan kekakuan dan kontrol dalam dinamika keluarga. Dalgleish mengatakan, pola ini membuat menantu merasa tidak diterima sebagai bagian dari keluarga.“Memaksakan tradisi lama tanpa ruang dialog dapat menciptakan perasaan terasing, terutama di masa awal pernikahan atau saat menjadi orangtua baru,” katanya.Dalgleish menyebutkan, kalimat toxic ini sangat merusak karena menempatkan menantu sebagai pihak yang bersalah atas perubahan dalam keluarga.Baca juga: 8 Pola Komunikasi Toxic yang Merusak Hubungan dan Cara Mengatasinya“Anak dewasa bukanlah milik yang bisa direbut. Kalimat ini menolak fakta bahwa individu dewasa berhak membangun hidupnya sendiri,” ujarnya. Ucapan seperti ini juga menciptakan rasa bersalah yang tidak semestinya pada menantu.Kalimat toxic ini kerap muncul saat menantu atau pasangan sedang menghadapi tantangan, terutama soal pengasuhan. Dalgleish menilai, pernyataan tersebut meremehkan pengalaman emosional orang lain. Sikap ini justru menciptakan jarak emosional dalam keluarga.
(prf/ega)
7 Kalimat Toxic Mertua yang Berdampak Pada Mental, Apa Saja?
2026-01-12 05:02:08
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:29
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 03:20
| 2026-01-12 03:04










































