Kapal KM Maulana-30 Terbakar di Lampung: 8 ABK Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian

2026-02-03 17:29:22
Kapal KM Maulana-30 Terbakar di Lampung: 8 ABK Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian
LAMPUNG, - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana-30 yang belum ditemukan hingga hari kedua sejak kapal nelayan itu terbakar di Perairan Selatan Belimbing, Kabupaten Tanggamus.Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansyah, mengatakan, tim gabungan memperluas area pencarian hingga radius 26,26 Nm atau sekitar 42,2 km."Untuk mengoptimalkan pencarian, area dibagi menjadi dua sektor, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR 224 Basudewa dan SRU 2 menggunakan KM Maulana VII, dengan pola pencarian laut terstruktur," kata Deden dalam keterangannya, Minggu malam.Selain penyisiran laut, unsur SAR gabungan juga melakukan pencarian di wilayah pesisir, termasuk penyisiran sepanjang pesisir Tambling dan perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan kapal hiu fiber milik Tambling Wildlife Nature Conservation.Baca juga: Detik-detik Kapal Asal Jakarta Terbakar di Perairan Lampung, 8 ABK Hilang"Operasi sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk di lokasi pencarian. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan pada siang hari," katanya.Namun, hingga sore hari, hasil pencarian belum membuahkan temuan sehingga operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari ketiga sesuai rencana operasi berikutnya."Hasil pencarian hari ke-2 sampai sore ini masih nihil dan sempat dihentikan pada siang hari karena cuaca yang kurang mendukung, angin kencang 20 knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter sampai 3 meter," kata dia.Baca juga: Kapal Asal Jakarta Terbakar di Perairan Lampung, 25 Selamat dan 8 Masih Hilang, Berikut DaftarnyaBerikut daftar ABK tersebut:1. M Rifky Isna (22 tahun), asal Pekalongan2. Fattahillah (30 tahun), asal Pekalongan3. Syaiful Parno Majid (46 tahun), asal Pekalongan4. M Yusron Muttaqo (33 tahun), asal Pekalongan5. Rasmat (46 tahun), asal Pekalongan6. Agus Ramadlon (47 tahun), asal Pekalongan7. Mujahidin (39 tahun), asal Pekalongan8. Syahrudin Dirwanto (22 tahun), asal Depok


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 16:13